Tekan Inflasi, Bank of Korea Kerek Suku Bunga Jadi 2,25%

Rabu, 13 Juli 2022 | 09:24 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Tekan Inflasi, Bank of Korea Kerek Suku Bunga Jadi 2,25%

ILUSTRASI. Bank of Korea (BOK) kerek suku bunga 50 bps menjadi 2,25%

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Bank of Korea (BOK) menaikkan suku bunga 50 basis poin menjadi 2,25% pada pertemuan Rabu (13/7). Ini adalah kenaikan terbesar yang dilakukan BOK, sejak bank sentral tersebut mengadopsi sistem kebijakan yang digunakan saat ini pada tahun 1999.

Dewan kebijakan moneter BOK menyampaikan, kenaikan suku bunga dipilih bank sentral untuk melawan tekanan inflasi yang tumbuh cepat akibat didorong oleh harga energi dan komoditas yang tinggi.

Kenaikan suku bunga ini juga menjadi kenaikan terbesar pertama BOK sepanjang sejarah dan kenaikan keenam sejak Agustus 2021. Kala itu, BOK sudah mulai memperketat kebijakan moneter yang longgar, yang diberlakukan selama hampir 2 tahun untuk meningkatkan ekonomi Korea Selatan yang terkena dampak pandemi.

Kenaikan suku bunga ini juga sesuai dengan hasil jajak pendapat Reuters. Di mana, 27 dari 32 analis memang memperkirakan BOK akan melakukan kenaikan 0,5 poin yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sementara, 5 analis lainnya, memperkirakan kenaikan seperempat poin.

Korea Selatan telah bergulat dengan tekanan inflasi yang meningkat pesat di tengah melonjaknya harga energi dan komoditas akibat pulihnya permintaan dari pandemi dan gangguan rantai pasokan yang berkepanjangan. Selain itu, perang yang sedang berlangsung di Ukraina juga semakin memperparah kenaikan harga.

Baca Juga: IMF Kembali Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi AS Tahun 2022 Menjadi 2,3%

Harga konsumen Korea Selatan, ukuran utama inflasi, melonjak 6% di bulan lalu dari tahun sebelumnya. Itu adalah inflasi paling tajam, sejak inflasi di bulan November 1998 yang capai 6,8%. Saat itu, Korea Selatan berada di tengah krisis keuangan Asia 1997-98.

Pemerintah memperkirakan inflasi akan berada di bawah tekanan ke atas dan bertahan di kisaran 6% untuk saat ini.

Pada bulan Mei, BOK merevisi proyeksi pertumbuhan inflasi 2022 menjadi 4,5% dari 3,1% yang diprediksi tiga bulan sebelumnya. Tapi, baru-baru ini, BOKĀ  mengatakan, laju inflasi bisa lebih cepat dari yang diantisipasi sebelumnya.

Selain itu, kenaikan suku bunga acuan ini juga diharapkan bisa membantu mengekang pelemahan lebih lanjut dari won. Mata uang Korea Selatan itu sudah jatuh 9,4% terhadap dolar AS di sepanjang tahun ini, dan menjadikannya salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di antara pasar negara berkembang.

Langkah BOK kali ini membuat bank sentral Korea Selatan itu berada di garis depan pengetatan moneter global karena inflasi mengancam akan mengakar bagi negara miskin sumber daya yang bergulat dengan lonjakan harga energi, diperparah oleh perang di Ukraina.

Baca Juga: Hyundai Motor Bakal Bangun Pabrik Kendaraan Listrik Pertama di Korea Selatan

Kenaikan yang lebih besar dari biasanya terjadi karena bank sentral utama lainnya termasuk Bank of Canada dan Reserve Bank of New Zealand memberikan kenaikan suku bunga yang besar dalam beberapa pekan terakhir. Federal Reserve AS bulan lalu menaikkan suku bunga utamanya sebesar 75 basis poin dan diperkirakan akan melakukan langkah serupa di bulan ini.

"Kami melihat kenaikan 50 basis poin berturut-turut oleh BOK pada Juli dan Agustus kemungkinan kecil meskipun Gubernur Rhee dapat mempertahankan opsi kenaikan suku bunga tambahan 50 bps," kata analis Citigroup Kim Jin-woo.

Sebagian besar analis melihat tingkat kebijakan suku bunga Korea Selatan akan mencapai 2,75% pada akhir tahun 2022. Proyeksi ini naik dari perkiraan 2,25% dalam jajak pendapat Mei.

Sementara itu, BOK memperkirakan ekonomi Korea Selatan tumbuh 2,7% tahun ini. Ini adalah revisi ke bawah dari proyeksi sebelumnya di pertumbuhan 3%. Di sisi lain, Kementerian Keuangan Korea Selatan memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara tersebut mencapai 2,6% di tahun 2022.

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru