kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Temasek bakal rilis obligasi denominasi dolar AS dengan tenor 50 tahun


Selasa, 29 September 2020 / 10:35 WIB
ILUSTRASI. Logo Temasek Holdings


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Perusahaan investasi milik pemerintah Singapura, Temasek Holdings (Private) Ltd, meluncurkan surat utang jangka panjang dengan denominasi dolar Amerika Serikat (AS). Rencananya, obligasi dolar tersebut akan memiliki tenor terpanjang hingga 50 tahun, sebagai bagian dari jaminan penerbitan global medium term note (MTN) senilai US$ 25 miliar. 

Temasek Financial (I) Ltd, yang merupakan anak usaha yang sepenuhnya dimiliki oleh Temasek, bermaksud untuk meluncurkan obligasi yang terbagi dalam tiga tenor. Temasek dalam sebuah pernyataannya, Selasa (29/9) mengatakan, tiga tenor yang dimaksud adalah obligasi tenor 10 tahun, 30,5 tahun dan obligasi 50 tahun.

Baca Juga: Disebut bayar pajak hanya Rp 11 juta, ini pembelaan Donald Trump

"Temasek berencana secara proaktif untuk memprofil jatuh tempo utang jangka panjang dan terdistribusi dengan baik guna menghindari kewajiban pembayaran utang yang besar dalam satu tahun," seorang juru bicara perusahaan mengatakan kepada Reuters terkait penerbitan obligasi jangka panjang.

Temasek terakhir kali menjual obligasi pada November 2019.

Pada bulan Juli, perusahaan energi terbesar Thailand, PTT, mengumpulkan US$ 700 juta dari penjualan obligasi 50 tahun dalam kesepakatan utang korporasi dolar AS terpanjang di Asia.

Selanjutnya: Catat! ORI018 akan ditawarkan mulai 1 Oktober mendatang




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×