kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45749,52   23,69   3.26%
  • EMAS920.000 0,66%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Temui pengusaha di Abu Dhabi, pemerintah bahas peningkatan perdagangan dan investasi


Senin, 13 Januari 2020 / 16:25 WIB
Temui pengusaha di Abu Dhabi, pemerintah bahas peningkatan perdagangan dan investasi
Kepala BKPM dan Menteri BUMN menyaksikan penandatanganan MoU oleh CEO Masdar, Dirut PLN, dan Dirut PJBI untuk pembangunan PLTS Terapung di Waduk Cirata, Jawa Barat.

Reporter: Handoyo | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto bersama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Tohir, serta Wakil Menteri BUMN Budi G Sadikin melakukan beberapa pertemuan dengan pelaku usaha di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada Minggu (12/1). 

Pertemuan membahas peningkatan perdagangan dan investasi dengan Indonesia. Pelaku usaha yang ditemui antara, lain dari CEO Abu Dhabi Future Energy Company PJSC (Masdar) Mohamad Jameel Al Ramahi, Direktur Pelaksana Emirates Global Aluminium (EGA), Kepala dan Direktur Pelaksana Lulu Group International Abdulla Jaseem bib Kalban, dan CEO BRS Ventures Binay Shetty.

Baca Juga: Menteri Perindustrian: Dubes harus berperan genjot ekspor produk industri

"Pada pertemuan ini, pelaku usaha sepakat untuk meningkatkan kerja sama bisnis dan investasi dengan Indonesia," kata Mendag Agus.

Dalam pertemuan dengan Masdar, kedua pihak membahas rencana investasi pembangunan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung (PLTS) sebesar 145 MW di Waduk Cirata Jawa Barat dengan nilai investasi kurang lebih sebesar US$ 160 juta. 

"Diharapkan pembangunan dapat dilakukan pertengahan 2020 dan dapat beroperasi pada 2021. Selain itu,diharapkan Masdar dapat menjajaki pengembangan energi terbarukan lainnya di Indonesia," ujar Mendag.

Baca Juga: Indonesia inisiasi kolaborasi pemerintah dan bisnis dalam ketahanan pangan di Asia

Sementara itu, pertemuan dengan EGA membahas kerja sama peningkatan kapasitas smelter aluminium antara PT INALUM dan EGA di Kuala Tanjung, Sumatera Utara dan rencana pembangunan smelter aluminium baru di Tanah Kuning, Kalimantan Utara.

Kemudian pertemuan dengan LGI, kedua pihak membahas rencana investasi senilai lebih dari US$ 500 juta di Indonesia. Selain itu, LGI juga akan membangun beberapa ritel modern di Jawa Barat.

"Diharapkan melalui kerja sama ini, LGI dapat memfasilitasi produk-produk UMKM agar dapat dipasarkan di ritel modern LGI," tandas Mendag.

Baca Juga: Dubes dapat tugas diplomasi ekonomi, Indonesia sasar sejumlah perjanjian dagang

Selanjutnya, pertemuan dengan BRS Ventures membahas rencana pembangunan industri bahan baku obat dan rumah sakit di Indonesia. Pertemuan dengan pelaku usaha di Abu Dhabi merupakan rangkaian dari kunjungan Mendag dalam rangka mendampingi lawatan Presiden Joko Widodo ke Abu Dhabi, UEA pada 12-13 Januari 2020.



TERBARU

[X]
×