kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Tensi kerap meninggi, China diperkirakan akan lebih keras kepada Taiwan


Sabtu, 23 Mei 2020 / 09:48 WIB
ILUSTRASI. A Taiwanese domestically-built Indigenous Defense Fighter (IDF) (also known as the AIDC F-CK-1 Ching-kuo) performs at Gangshan air force base in Kaohsiung, Taiwan August 7, 2017. REUTERS/Tyrone Siu TPX IMAGES OF THE DAY


Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi Mahadi

Tang Shao-cheng, seorang spesialis hubungan internasional di National Chengchi University Taiwan, mengatakan perubahan kata-kata dan nada dari bagian laporan kerja tersebut dapat dilihat sebagai peringatan bagi Partai Progresif Demokratik yang berpihak pada kemerdekaan.

"Tidak menyebutkan 'perdamaian' menyarankan Beijing mempertimbangkan penyatuan baik dengan cara damai maupun dengan kekerasan," kata Tang.

Baca Juga: Panas, Rusia dan AS saling tuduh telah melanggar perjanjian mata-mata Open Skies

Sementara Derek Grossman, seorang analis dari think tank yang berbasis di AS Rand Corporation, mengatakan Beijing akan terus memberikan tekanan pada pulau itu menggunakan cara diplomatik, militer, ekonomi dan psikologis.

"Beijing akan terus mengirim pesawat militer di dekat pulau dan dapat memutuskan untuk mengakhiri Perjanjian Kerangka Kerja Sama Ekonomi yang tetap aktif terlepas dari pemilihan Tsai pada 2016. Beijing dapat mencuri satu atau lebih mitra diplomatik dari Taipei. Saya melihat tindakan seperti ini akan terjadi,” kata Grossman.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×