Sumber: The Street | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Wells Fargo melihat ekonomi AS memasuki 2026 dengan momentum lebih kuat dari perkiraan. Ini bisa membuat The Fed menunda pemangkasan suku bunga, menciptakan kombinasi suku bunga jangka pendek turun dan yield jangka panjang naik, lingkungan yang historisnya menguntungkan emas.
Selain itu, risiko kebijakan seperti tarif, deregulasi, dan geopolitik dinilai meningkat. Kondisi ini mendorong investor mencari aset lindung nilai yang lebih kuat.
Bank Sentral Jadi Penopang Struktural
Permintaan emas dari bank sentral tetap menjadi fondasi utama:
Tonton: Pembiayaan KDMP Tembus Rp 148,6 Triliun, MBG Tembus Rp 1,02 Triliun selama 2025
- 2025: Bank sentral membeli 863 ton emas
- 2024: 1.044,6 ton
- 2023: 1.050,8 ton
- Sekitar 25% permintaan global emas berasal dari bank sentral
- China terus beli: Bank Sentral China (PBOC) menambah sekitar 1,2 ton pada Januari 2026, menandai 15 bulan pembelian berturut-turut
Selanjutnya: Intervensi Danantara Akan Mendorong Produksi KRAS
Menarik Dibaca: Daftar Bedak Tabur Ini Aman untuk Kulit Sensitif, Wajah Bebas Breakout
Tag













