kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.824   -4,00   -0,02%
  • IDX 8.126   94,30   1,17%
  • KOMPAS100 1.147   15,23   1,35%
  • LQ45 829   7,62   0,93%
  • ISSI 289   5,03   1,77%
  • IDX30 431   3,87   0,91%
  • IDXHIDIV20 517   3,88   0,76%
  • IDX80 128   1,54   1,21%
  • IDXV30 141   1,31   0,94%
  • IDXQ30 140   1,07   0,77%

Terbukti Memata-matai Pelanggan Wanita, Amazon Didenda US$ 30,8 Juta


Kamis, 01 Juni 2023 / 14:44 WIB
Terbukti Memata-matai Pelanggan Wanita, Amazon Didenda US$ 30,8 Juta
ILUSTRASI. Logo Amazon.


Sumber: Al Jazeera | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Amazon akhirnya sepakat untuk membayar denda sebesar US$30,8 juta karena terbukti melakukan pelanggaran privasi terhadap pelanggan, termasuk memata-matai wanita lewat perangkat kamera pengawas.

Melansir Al Jazeera, Amazon sepakat untuk membayar US$5,8 juta setelah Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) memastikan ada seorang mantan karyawan Amazon yang memata-matai pelanggan wanita selama berbulan-bulan pada tahun 2017.

Aktivitas ilegal itu dilakukan menggunakan kamera keamanan buatan Amazaon, Ring, yang ditempatkan di kamar tidur dan kamar mandi.

Baca Juga: Lazada Meluncurkan LazzieChat, Chatbot eCommerce Berbasis AI

Dalam kasus terpisah, Amazon juga setuju untuk membayar denda sebesar US$25 juta atas tuduhan melanggar privasi anak-anak karena terbukti tidak menghapus rekaman suara dari perangkat speaker pintar Alexa.

Amazon juga disebut menyimpan rekaman tersebut lebih lama dari ketentuan.

Direktur Biro Perlindungan Konsumen FTC, Samuel Levine, dengan tegas mengatakan bahwa Amazon telah rela mengorbankan privasi pelanggannya demi keuntungan perusahaan.

"Ring mengabaikan privasi dan keamanan membuat konsumen menjadi mata-mata dan pelecehan," kata Levine dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (31/5).

Baca Juga: Baidu Gelontorkan Dana US$ 145 Juta untuk Dukung Perusahaan AI

Dalam kasus ini, Amazon mengaku tidak sepakat dengan karakterisasi yang disebutkan oleh FTC. Mereka juga membantah telah dengan sengaja melakukan pelanggaran hukum.

"Perangkat dan layanan kami dibuat untuk melindungi privasi pelanggan, dan untuk memberi pelanggan kendali atas pengalaman mereka," kata pihak Amazon.

Ring, yang dimiliki oleh Amazon, mengatakan telah menangani masalah ini sendiri bertahun-tahun yang lalu, bahkan jauh sebelum FTC memulai penyelidikannya.

FTC meminta Ring untuk menghapus data apa pun yang dilihat secara tidak sah, lalu memperkenalkan fitur keamanan termasuk otentikasi multifaktor. Amazon juga dilarang memberikan fitur menghapus geolokasi dan informasi suara untuk produknya.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×