kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

Termasuk di Indonesia, Dana Global Senilai US$ 40 Miliar Hengkang dari Pasar Asia


Senin, 04 Juli 2022 / 17:08 WIB
ILUSTRASI. Teller menunjukkan mata uang US Dollar di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta, Minggu (25/7). KONTAN/Baihaki/25/7/2010


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

Namun masih ada titik terang dari Indonesia dan Thailand melihat arus masuk ke pasar ekuitas mereka pada kuartal terakhir. Sementara arus keluar di dua negara tetangga yakni Malaysia dan Filipina relatif kecil.

Sebagian dari itu mungkin karena pendekatan bank sentral yang lebih dovish di Asia Tenggara, yang berusaha memperlambat kenaikan biaya pinjaman karena mereka menjaga pemulihan ekonomi pasca-Covid yang masih terbilang rapuh.

Pasar obligasi lebih beragam dengan Indonesia melihat arus keluar sekitar US$3,1 miliar, sementara Korea dan Thailand mencatatkan arus masuk dari para investor.

“Arus keluar di obligasi dari negara-negara berkembang Asia akan bertahan di paruh kedua seiring dengan tren menyempitnya perbedaan suku bunga kebijakan Asia-AS dan prospek pertumbuhan Asia yang lemah,” kata Duncan Tan, ahli strategi suku bunga di DBS Group Holdings Ltd. di Singapura.

Prospek obligasi korporasi berdenominasi dolar di kawasan ini juga menantang mengingat spread yang ditawarkan menjadi kurang menarik dibandingkan dengan rekan-rekan mereka di AS.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×