kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45775,90   0,60   0.08%
  • EMAS934.000 0,32%
  • RD.SAHAM 0.24%
  • RD.CAMPURAN 0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Terpopuler Internasional: Hong Kong bukan lagi otonomi China|Keputusan AS biadab


Jumat, 29 Mei 2020 / 06:42 WIB
Terpopuler Internasional: Hong Kong bukan lagi otonomi China|Keputusan AS biadab
ILUSTRASI. Pengunjuk rasa anti pemerintah berkelahi dengan polisi saat aksi protes pada waktu makan siang ketika pembacaan kedua dari uu lagu kebangsaan kontroversial berlangsung di Hong Kong, China, Rabu (27/5/2020). REUTERS/Tyrone Siu

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Antusiasme pembaca mengikuti perkembangan berita internasional tetap tinggi, kemarin Kamis, 28 Mei 2020. Beberapa berita internasional di KONTAN.co.id tercatat tetap mendapat kunjungan tinggi.

Nah, dari banyak berita internasional, sebagian di antaranya sangat populer bagi pembaca dalam kurun waktu sehari kemarin. Minat pembaca berita internasional tersebar dari berita Demi Trump, Inggris siap mengasah kapak perang dengan China, Taiwan bisa terseret hingga artikel Saingi Amerika, Rusia bikin pesawat pembom siluman.

Jika Anda melewatkan berita-berita internasional terpopuler tersebut, berikut ini sebagian di antaranya. Siapa tahu bisa menambah wawasan dan manfaat.

Demi Trump, Inggris siap mengasah kapak perang dengan China, Taiwan bisa terseret

Saat wabah corona masih bergentayangan, sepertinya tensi politik global semakin mendidih. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson berencana mengurangi peran Huawei dalam jaringan telekomunikasi 5G di negara tersebut. Mengutip Telegraph Selasa (26/5), Johnson menginstruksikan para pejabat Inggris menyusun rencana akan mengurangi peran teknologi China dalam jaringan 5G Inggris.

Tak tanggung-tanggung, Johnson akan mencukur habis peran teknologi Huawei di jaringan 5G Inggris di tahun 2023 mendatang. Rencana Johnson itu menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (G7) bulan depan, yang rencananya berlangsung di Amerika Serikat (AS). Setelah mengurangi ketergantungan pada Tiongkok, Inggris berharap  meningkatkan hubungan perdagangan dengan AS. Setelah Brexit, hubungan Inggris dan Uni Eropa rada terganggu.
 
Sementara Presiden AS Donald Trump sejak lama melarang penggunaan teknologi Huawei. Termasuk melarang Huawei berbisnis dengan perusahaan asal AS dan sekutu AS. Tuduhannya, Huawei menjadi spionase. Alasannya,Huawei dituding bisa membangun backdoor dalam infrastruktur jaringan yang bisa dipakai pemerintah China untuk aksi spionase. Huawei berulang kali membantah tudingan tersebut. Tudingan ini sudah berulang kali dibantah oleh Huawei.

Artikel Selengkapnya: Demi Trump, Inggris siap mengasah kapak perang dengan China, Taiwan bisa terseret




TERBARU

[X]
×