kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.593.000   1.000   0,04%
  • USD/IDR 17.715   8,00   0,05%
  • IDX 6.444   -16,66   -0,26%
  • KOMPAS100 851   -4,58   -0,54%
  • LQ45 648   -2,96   -0,46%
  • ISSI 223   0,05   0,02%
  • IDX30 360   -1,92   -0,53%
  • IDXHIDIV20 448   -2,44   -0,54%
  • IDX80 97   -0,55   -0,56%
  • IDXV30 124   -0,45   -0,36%
  • IDXQ30 116   -0,68   -0,58%

Tertinggi di ASEAN, kasus virus corona di Singapura tembus 20.000


Rabu, 06 Mei 2020 / 15:10 WIB
ILUSTRASI. Pekerja migran di asrama mereka, yang dinyatakan sebagai daerah isolasi, di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Singapura, 30 April 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Singapura melaporkan 788 kasus baru virus corona pada Rabu (6/5), menjadikan total infeksi di negeri Merlion menembus angka 20.000, persinya menjadi 20.198, tetap yang tertinggi di Asia Tenggara.

Mengutip Channelnewsasia.com, Kementerian Kesehatan Singapura mengatakanm sebagian besar kasus baru adalah pemegang izin kerja yang tinggal di asrama pekerja asing. Sebelas kasus adalah warga negara Singapura atau penduduk tetap.

Lebih dari empat minggu telah berlalu sejak Singapura meluncurkan langkah-langkah menjaga jarak yang aman sebagai bagian dari periode "pemutus sirkuit" untuk melawan penyebaran virus corona baru.

Baca Juga: Tak ada lagi kasus corona, sekolah di Wuhan buka kembali

Berbicara di Parlemen pada Senin (4/5), Menteri Kesehatan Singapura Gan Kim Yong menjelaskan beberapa faktor yang harus menjadi pertimbangkan sebelum pencabutan secara bertahap langkah-langkah pembatasan.

Pertimbangan itu termasuk jumlah kasus komunitas harian virus corona yang jatuh ke angka nol atau satu digit selama periode waktu yang berkelanjutan. "Juga perlu ada penurunan jumlah kasus pekerja migran," kata Gan.

Maklum, mayoritas kasus virus corona di Singapura adalah pemegang izin kerja yang tinggal di asrama.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×