kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.593.000   1.000   0,04%
  • USD/IDR 17.712   5,00   0,03%
  • IDX 6.503   41,55   0,64%
  • KOMPAS100 858   2,92   0,34%
  • LQ45 652   1,10   0,17%
  • ISSI 226   3,03   1,36%
  • IDX30 361   -0,15   -0,04%
  • IDXHIDIV20 450   -0,56   -0,12%
  • IDX80 98   0,30   0,31%
  • IDXV30 125   0,24   0,20%
  • IDXQ30 116   -0,20   -0,18%

Keuangan AirAsia Memburuk, Malaysia Airlines dan Batik Air Disiapkan Ambil Alih Pasar


Rabu, 16 September 2026 / 09:25 WIB
Keuangan AirAsia Memburuk, Malaysia Airlines dan Batik Air Disiapkan Ambil Alih Pasar
ILUSTRASI. Pesawat AirAsia (Dok/AirAsia)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Malaysia mulai menyiapkan sejumlah skenario untuk menghadapi potensi tekanan keuangan yang dialami AirAsia.

Pemerintah disebut telah meminta Malaysia Airlines dan Batik Air mempertimbangkan kemampuan mereka untuk mengambil alih pangsa pasar domestik AirAsia jika diperlukan.

Melansir Reuters Rabu (16/9/2026), dua sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan, pembicaraan antara pemerintah Malaysia dengan kedua maskapai tersebut meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga: Usai Melonjak 2%, Harga Kedelai AS Kini Berbalik Melemah

Langkah ini merupakan bagian dari perencanaan skenario seiring pemerintah memantau kondisi keuangan AirAsia.

Tekanan terhadap AirAsia meningkat akibat lonjakan biaya bahan bakar pesawat. Harga bahan bakar jet melonjak 66% pada kuartal II dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi rata-rata US$183 per barel, terdampak perang AS-Israel dengan Iran.

Pembicaraan tersebut melibatkan Kementerian Keuangan Malaysia dan operator bandara yang terafiliasi dengan pemerintah, Malaysia Airports Holdings Berhad (MAHB).

Sumber Reuters menyebut salah satu opsi yang turut dibahas adalah kemungkinan pemerintah memberikan dukungan tertentu untuk memperkuat rencana AirAsia mencari tambahan modal dari investor eksternal. Namun, bentuk dukungan tersebut belum ditentukan.

Reuters belum dapat memverifikasi secara independen kondisi keuangan AirAsia secara keseluruhan.

Baca Juga: China: AI Bukan Monopoli Negara Besar, AS Diminta Kelola Risiko Bersama

Malaysia Airlines dan Batik Air disebut telah menyampaikan kepada pemerintah bahwa mereka hanya dapat mengambil alih operasi AirAsia dalam skala besar jika sekaligus dapat mengambil alih sewa pesawat yang digunakan maskapai tersebut.

Tanpa pesawat, menyerap rute dan volume penumpang AirAsia dalam jumlah besar akan jauh lebih sulit.

Kedua maskapai juga menyatakan lebih memilih memperluas bisnis secara organik untuk menyerap rute dan penumpang AirAsia ketimbang mengakuisisi keseluruhan bisnisnya.

AirAsia menyebut menguasai sekitar 40% pasar penerbangan Malaysia secara keseluruhan dan sekitar 60% penerbangan domestik. Besarnya pangsa tersebut membuat kondisi keuangan maskapai menjadi perhatian pemerintah Malaysia.

Deputy Group CEO AirAsia Group Farouk Kamal mengatakan, AirAsia tidak menanggapi spekulasi terkait operasional maupun keuangan atau rencana korporasi yang belum diumumkan.

"Seluruh pembaruan material terkait bisnis dan strategi armada kami disampaikan secara transparan melalui laporan bursa dan pengumuman perusahaan pada waktu yang tepat," kata Farouk.

Baca Juga: Senat AS Gagal Mengesahkan RUU Kripto, Bitcoin dan Saham Kripto Tertekan

Ia menambahkan, AirAsia tetap fokus menjaga kesinambungan bisnis dan stabilitas operasional di seluruh pasar yang dilayani, serta melihat permintaan yang mendasari jaringan penerbangannya masih kuat.

MAHB mengatakan, pihaknya secara rutin berdiskusi dengan seluruh mitra maskapai sebagai bagian dari pengembangan jaringan dan rute.

Pembicaraan tersebut antara lain mencakup peluang kapasitas dan rute ketika terdapat celah di pasar atau permintaan yang belum terpenuhi.

AirAsia Cari Tambahan Modal

Tekanan keuangan AirAsia terlihat dari posisi kewajiban lancarnya yang mencapai 18,4 miliar ringgit atau sekitar US$4,51 miliar per 30 Juni 2026.

AirAsia juga disebut memiliki kewajiban kepada MAHB sedikitnya 500 juta ringgit. Nilai tersebut antara lain berasal dari biaya pendaratan dan parkir pesawat, menurut sumber yang mengetahui persoalan tersebut.

Baca Juga: Impor Jepang Agustus Melonjak, Harga Minyak Dorong Biaya Energi

MAHB telah memberikan perpanjangan waktu pembayaran kepada AirAsia, menurut dua sumber.

MAHB menolak memberikan komentar mengenai pengaturan komersial spesifik dengan mitra maskapai.

Di sisi lain, AirAsia pada bulan ini mengatakan tengah mempercepat pembicaraan dengan sejumlah lembaga keuangan.

Maskapai tersebut menargetkan penghimpunan dana hingga US$1 miliar dari pasar utang internasional serta fasilitas kredit domestik senilai 700 juta ringgit.

Dana tersebut terutama akan digunakan untuk melakukan restrukturisasi utang.

Namun, dua sumber yang mengetahui kondisi AirAsia memperkirakan maskapai tersebut membutuhkan setidaknya US$3 miliar modal baru untuk memperbaiki posisi keuangannya.

AirAsia membantah kebutuhan pendanaan sebesar itu dan menyatakan target pembiayaan yang telah ditetapkan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhannya.

Baca Juga: Bursa Asia Dibuka Gugup Rabu (16/9) Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed

Per 30 Juni 2026, AirAsia memiliki kas dan saldo bank sebesar 954 juta ringgit.

Pada kuartal II yang berakhir 30 Juni 2026, AirAsia membukukan rugi bersih 831 juta ringgit. Kinerja tersebut tertekan oleh kenaikan biaya bahan bakar jet serta kerugian selisih kurs sebesar 331 juta ringgit.

Untuk menekan beban, AirAsia juga melakukan restrukturisasi secara agresif. Langkah tersebut mencakup pemangkasan rute yang tidak menguntungkan, mengembalikan 25 pesawat lama kepada perusahaan leasing, serta melakukan renegosiasi kontrak dengan pemasok.

Reuters sebelumnya melaporkan Kementerian Keuangan Malaysia telah menunjuk Alton Aviation Consultancy untuk menilai kebutuhan pendanaan AirAsia.

Pemerintah Malaysia mempertimbangkan dukungan karena AirAsia memiliki peran besar sebagai penyedia lapangan kerja dan konektivitas penerbangan berbiaya terjangkau di kawasan.

Kementerian Keuangan Malaysia tidak memberikan komentar terkait penunjukan tersebut, sementara Alton Aviation Consultancy tidak merespons permintaan komentar Reuters.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×