kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45938,93   0,00   -0.00%
  • EMAS932.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.14%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Terus ditekan ASEAN, junta Myanmar akhirnya membebaskan ratusan tahanan politik


Selasa, 19 Oktober 2021 / 15:15 WIB
Terus ditekan ASEAN, junta Myanmar akhirnya membebaskan ratusan tahanan politik
ILUSTRASI. Keluarga menunggu di luar penjara Insein saat Junta Myanmar membebaskan tahanan termasuk orang-orang yang memprotes kudeta militer, di Yangon, Myanmar 18 Oktober 2021.

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - YANGON. Junta Myanmar akhirnya membebaskan ratusan tahanan politik dari penjara Insein, termasuk di antaranya adalah juru bicara partai Aung San Suu Kyi dan seorang komedian terkenal Zarganar.

Pengumuman mengenai pembebasan ini disampaikan melalui kanal televisi pemerintah pada hari Senin (18/10), beberapa saat setelah pemimpin militer Min Aung Hlaing menyampaikan pidato.

Melansir Reuters, lebih dari 5.600 orang yang ditangkap atau dicari karena peran mereka dalam protes anti-kudeta akan dibebaskan dalam amnesti atas dasar kemanusiaan.

Oleh beberapa aktivis, pembebasan ini merupakan taktik militer untuk mencoba membangun kembali reputasi internasionalnya setelah ASEAN mengambil langkah dengan mengeluarkan kepala junta dari pertemuan puncaknya.

Pelapor Khusus PBB Tom Andrews, melalui aku Twitter pribadinya, menyambut dibebaskannya para tahanan. Namun, menduga langkah ini diambil tanpa dasar kemanusiaan, melainkan karena ada tekanan.

"Junta membebaskan tahanan politik di Myanmar bukan karena perubahan hati, tapi karena tekanan," katanya.

Baca Juga: Indonesia dan Malaysia kompak keberatan atas program kapal selam nuklir AUKUS

Monywa Aung Shin, juru bicara partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi, adalah salah satu tokoh politik yang dibebaskan pada hari Senin.Monywa ditangkap pada 1 Februari dan telah menghabiskan delapan bulan di penjara.

Banyak tahanan politik termasuk anggota parlemen dan jurnalis dibebaskan pada hari Senin di kota-kota lain termasuk Mandalay, Lashio, Meiktila dan Myeik.

Myanmar telah menjadi negara yang kacau sejak militer mengambil alih kekuasaan pada 1 Februari 2021. Kekuasaan militer sekaligus mengakhiri satu dekade demokrasi tentatif dan reformasi ekonomi.

Rangkaian aksi kekerasan oleh aparat telah kerap terjadi sejak saat itu. Menurut laporan Asosiasi Bantuan Tahanan Politik, tindakan represif aparat telah menyebabkan setidaknya 1.100 orang kehilangan nyawa. Sementara 9.000 orang lainnya ditangkap karena menentang junta.

Selanjutnya: Militer Myanmar melarang utusan khusus ASEAN untuk bertemu Aung San Suu Kyi




TERBARU
Kontan Academy
UU Kepailitan Tuntas Mendelegasikan Tugas

[X]
×