kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Thailand Hapus Tarif Jagung AS dan Akan Impor 1 Juta Ton


Selasa, 11 November 2025 / 21:32 WIB
Thailand Hapus Tarif Jagung AS dan Akan Impor 1 Juta Ton
ILUSTRASI. Kedelai dimuat ke dalam truk dari hopper transfer selama musim panen di Deerfield, Ohio, AS, 7 Oktober 2021. REUTERS/Dane Rhys/Foto File


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Pemerintah Thailand sepakat untuk meningkatkan jumlah impor jagung dari Amerika Serikat dan menghapus bea masuk alias tarif impor menjadi 0%. Ini sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan dagang antara kedua negara.

Juru bicara pemerintah Thailand, Siripong Angkasakulkiat dalam konferensi pers mengatakan bahwa mulai Februari hingga Juni 2026, Thailand akan mengimpor 1 juta ton jagung dari AS tanpa tarif. Jumlah ini melonjak tajam dibandingkan kuota sebelumnya yang hanya 54.700 ton per tahun dengan tarif 20%.

Thailand mengonsumsi sekitar 9 juta ton jagung setiap tahun, dengan kebutuhan impor mencapai 4 hingga 5 juta ton.

Siripong menekankan langkah ini merupakan bagian dari negosiasi dagang yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat, namun pemerintah berjanji akan meminimalkan dampak terhadap petani lokal. Untuk melindungi petani, pemerintah mewajibkan importir membeli tiga bagian jagung lokal untuk setiap satu bagian jagung impor. Selain itu, jendela waktu impor yang singkat hanya lima bulan agar tidak menekan harga jagung dalam negeri.

"Selain kebijakan jagung, kabinet juga menyetujui izin impor bungkil kedelai alias soybean meal dari 11 importir untuk periode 2026 hingga 2028, dengan tarif 2%," kata Siripong.

Langkah ini mencerminkan upaya Thailand menyeimbangkan kepentingan antara memperluas perdagangan internasional dan tetap melindungi sektor pertanian domestik, yang menjadi salah satu pilar utama ekonomi negara tersebut.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×