kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,96   1,15   0.15%
  • EMAS930.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

The Fed didesak siapkan ketentuan bunga acuan


Selasa, 28 April 2020 / 19:23 WIB
The Fed didesak siapkan ketentuan bunga acuan
ILUSTRASI. Traders look on as a screen shows Federal Reserve Chairman Jerome Powell's news conference after the U.S. Federal Reserve interest rates announcement on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., July 31, 2019. REUTERS/Brendan McDe

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gubernur The Fed Jerome Powell masih punya pekerjaan untuk menyiapkan sejumlah ketentuan untuk menentukan bunga acuan, meskipun hingga kini ia telah memangkas bunga acuan hampir 0%.

Maklum belakangan bank sentral AS memang sibuk menggelontorkan sejumlah stimulus kredit untuk menopang likuiditas saat ekonomi dihantam pandemi Covid-19.

Baca Juga: Jelang pertemuan The Fed dan ECB, harga emas di pasar spot jatuh ke US$ 1.600

Powell dan koleganya di Federal Open Market Committee (FOMC) masih punya satu tugas untuk menyesuaikan bunga acuan. Publik mendesak kepastian sampai kapan bunga acuan dipertehankan rendah.

Ini yang diprediksi bakal memicu perbincangan soal ketentuan menyusun bunga acuan, dan akan jadi diskusi dalam pertemuan FOMC sejak Selasa hingga Rabu (28-29/4). Meskipun banyak yang menilai perbincangan tersebut terlalu dini digelar.

“Saat ini Fed didesak menyedikan panduan komitmen untuk sesegera mungkin menguatkan ekspektasi untuk pemulihan ekonomi yang kokoh. Menurunkan bunga acuan dengan meningkatkan ekspektasi inflasi, dan mendorong pelaku bisnis mengambil lebih banyak pinjaman, alih-alih mengurangi biaya dan berdiam diri,” kata Vice Chairman Evercore ISI Krishna Guha dikutip Bloomberg, Selasa (28/4).

Baca Juga: The Fed diperkirakan akan pertahankan suku bunga mendekati nol hingga 2023

Pada 15 Maret, saat FOMC memangkas biaya pinjaman hampir menyentuh 0%, mereka menyatakan level tersebut akan dipertahankan hingga ekonomi dapat memangkas tingkat pengangguran dan harga-harga menjadi stabil.

Nyatanya sejak hingga kini jutaan orang justru telah kehilangan pekerjaannya akibat pembatasan sosial yang ditimbulkan pandemi. Data terakhir bahkan menyatakan tingkat pengangguran akan meningkat hingga 20% April ini. Dua kali lebih tinggi dibandingkan ekses krisis keuangan 2008.




TERBARU

[X]
×