kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.976   59,00   0,35%
  • IDX 9.112   36,74   0,40%
  • KOMPAS100 1.260   3,95   0,31%
  • LQ45 890   1,06   0,12%
  • ISSI 333   2,35   0,71%
  • IDX30 454   1,72   0,38%
  • IDXHIDIV20 537   3,30   0,62%
  • IDX80 140   0,38   0,27%
  • IDXV30 148   1,34   0,91%
  • IDXQ30 146   0,47   0,33%

Tidak Ada Kemajuan Signifikan Pelaksanaan Five Point of Consensus ASEAN Soal Myanmar


Rabu, 06 September 2023 / 00:23 WIB
Tidak Ada Kemajuan Signifikan Pelaksanaan Five Point of Consensus ASEAN Soal Myanmar
ILUSTRASI. Menlu RI Retno Marsudi menghadiri Pertemuan Dewan Koordinasi ASEAN (ACC) di Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin (4/9/2023). Media Center KTT ASEAN 2023/Aditya Pradana Putra/pras.


Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA Pertemuan para pemimpin negara-negara ASEAN menghasilkan satu dokumen yang telah disepakati bersama pada Sesi Retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta,  Selasa, 5 September 2023, .

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi  menyampaikan bahwa hasil pertemuan tersebut telah mengesahkan satu dokumen berisi tinjauan para pemimpin ASEAN soal implementasi lima poin konsensus (5PC) dalam penyelesaian isu Myanmar. 

Dokumen tersebut bernama ASEAN Leaders Review and Decision on the Implementation of Five Point Consensus.

"Kesimpulannya tidak ada kemajuan yang signifikan dalam implementasi Five Point of Consensus,” kata Menlu Retno Marsudi.

Baca Juga: RI-Myanmar Jalin Kerja Sama Sektor Perdagangan dan Pertanian

Pada pertemuan itu, para pemimpin ASEAN mereviu implementasi dari Five Point of Consensus sesuai dengan mandat dari dari KTT 40 dan 41 sebagai upaya penyelesaian masalah di Myanmar. 

Meskipun demikian, Menlu Retno menyampaikan bahwa para pemimpin ASEAN memutuskan Five Point of Consensus tetap menjadi rujukan utama dalam penyelesaian permasalahan di Myanmar. 

Semua pemimpin ASEAN memahami situasi rumit dan tidak mudah yang saat ini masih terjadi di Myanmar.

Setelah melakukan diskusi, para pemimpin ASEAN memutuskan Five Point of Consensus tetap menjadi rujukan utama, yakni mendesak dan penghentian kekerasan, melanjutkan engagement dengan para pemangku kepentingan di Myanmar.

Baca Juga: Ini Tiga Poin yang Disampaikan Dalam Keketuaan Indonesia di KTT ASEAN

Selain itu, menurut Menlu Retno, pada pertemuan tersebut para pemimpin negara-negara ASEAN sepakat membentuk troika untuk keberlanjutan penanganan isu Myanmar. 

Langkah untuk membentuk troika diambil karena para pemimpin negara meyakini bahwa situasi tersebut tidak akan berubah secara signifikan dalam satu tahun.

“Karena komitmen ASEAN untuk terus membantu rakyat Myanmar, maka disepakati pembentukan troika antara current chair, previous chair, and next chair. Keterwakilan nonpolitis Myanmar dipertahankan. Keketuaan ASEAN 2026 akan dipegang oleh Filipina,” tambahnya.

Sementara mengenai keberlangsungan bantuan kemanusiaan, Menlu Retno memastikan komitmen ASEAN untuk melanjutkan pengiriman bantuan ke Myanmar. 

Baca Juga: Indonesia Targetkan Potensi Kerja Sama di Forum Indo-Pasific Mencapai US$ 50 Miliar

Para pemimpin negara-negara ASEAN mengapresiasi upaya Indonesia sebagai pemegang keketuaan ASEAN dalam meningkatkan pengiriman bantuan kepada rakyat Myanmar tersebut.

“Untuk bantuan kemanusiaan terjadi kemajuan, yang semula hanya harus dilakukan melalui kanal dari SIC maka sekarang AHA Centre sudah dapat melakukan bantuan kemanusiaan ke pihak-pihak yang memerlukan,” kata Menlu Retno.




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×