Tiga roket kembali menyerbu kompleks kedutaan AS di Baghdad

Kamis, 08 Juli 2021 | 15:09 WIB Sumber: Arab News
Tiga roket kembali menyerbu kompleks kedutaan AS di Baghdad

ILUSTRASI. Bendera AS di pintu masuk ke fasilitas makan di dalam kompleks kedutaan besar AS di Baghdad 14 Desember 2011.


KONTAN.CO.ID - BAGHDAD. Hari Kamis (8/7) pagi waktu setempat, militer Irak melaporkan adanya serangan roket ke arah kedutaan AS di Baghdad. Dilaporkan ada tiga roket yang menyerbu kawasan tersebut.

Dilansir dari Arab News, gedung utama kedutaan tidak berhasil dikenai roket, namun tiga tempat terdekat di Zona Hijau Baghdad terkena dampaknya.

Serangan serupa kerap terjadi dengan target yang sama. Pihak AS selalu menaruh kecurigaan terhadap kelompok-kelompok bersenjata pro-Iran.

Sampai saat ini AS masih menempatkan hingga 2.500 tentara di Irak sebagai bagian dari koalisi kelompok anti-ISIS internasional. Sejumlah fasilitas dan pangkalan tentara AS telah menjadi target serangan sebanyak hampir 50 kali tahun ini.

Sebelum ini, pada hari Rabu (7/7), empat belas roket ditembakkan ke pangkalan udara yang menampung pasukan Amerika di provinsi barat Anbar, menyebabkan cedera ringan pada dua personel.

Baca Juga: Serangan roket hantam markas kontraktor militer AS di Irak

Kelompok militan Syiah yang disebut Revenge of Al-Muhandis Brigade mengaku bertanggung jawab dan bersumpah untuk mengakhiri pendudukan yang dinilai brutal.

Dilihat dari namanya, kelompok militan tersebut merupakan pengikut dari Abu Mahdi Al-Muhandis dari aliansi paramiliter Hashed Al-Shaabi Irak, yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS awal tahun lalu bersama dengan jenderal Iran, Qasem Soleimani.

Pada hari Senin (5/7), pasukan AS berhasil menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak bersenjata di atas kedutaan. Sumber keamanan Irak mengatakan bahwa drone tersebut bermuatan bahan peledak.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, mengatakan bahwa serangan-serangan tersebut mencerminkan ancaman yang dihadirkan oleh milisi yang didukung Iran secara fundamental terhadap kedaulatan Irak dan stabilitas Irak.

Selanjutnya: Meski seluruh tentaranya ditarik, AS berjanji akan tetap hadir di Afghanistan

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru