kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tiga Tanker Minyak Berhasil Keluar dari Selat Hormuz, Begini Strateginya


Senin, 11 Mei 2026 / 17:47 WIB
Tiga Tanker Minyak Berhasil Keluar dari Selat Hormuz, Begini Strateginya
ILUSTRASI. Kapal tanker mematikan sistem pelacak di Selat Hormuz demi keamanan. (REUTERS/Stringer)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – SINGAPURA. Sejumlah kapal tanker pengangkut minyak mentah dilaporkan melintasi Selat Hormuz dengan mematikan sistem pelacak (transponder) mereka dalam beberapa hari terakhir.

Langkah ini dilakukan untuk menghindari potensi ancaman serangan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, menurut data pelacakan kapal dari Kpler dan LSEG yang dikutip Reuters pada Senin.

Data tersebut menunjukkan bahwa tiga kapal tanker minyak meninggalkan Selat Hormuz pada pekan lalu dan pada Minggu (11/5/2026) dengan sistem pelacakan dimatikan. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya tren operasional pelayaran yang lebih berhati-hati guna menjaga kelancaran ekspor minyak dari kawasan tersebut.

Dua Very Large Crude Carrier (VLCC), yakni Agios Fanourios I dan Kiara M, masing-masing membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah Irak, tercatat melintasi Selat Hormuz pada hari yang sama. Kapal Agios Fanourios I diketahui tengah menuju Vietnam untuk membongkar muatan di fasilitas Nghi Son Refinery and Petrochemical pada 26 Mei.

Baca Juga: Narendra Modi Serukan Pembatasan BBM, Perjalanan, dan Impor untuk Hemat Devisa

Kapal tersebut sebelumnya gagal melintasi Selat Hormuz dalam dua percobaan sebelumnya sejak memuat minyak Basrah Medium pada 17 April. Perusahaan pengelola kapal, Eastern Mediterranean Maritime, serta pihak Nghi Son Refinery belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Sementara itu, kapal Kiara M juga meninggalkan kawasan Teluk pada Minggu dengan transponder dimatikan. Berdasarkan data Kpler, kapal berbendera San Marino itu mengangkut 2 juta barel minyak Basrah, namun tujuan pembongkarannya belum dapat dipastikan. Kapal tersebut dikelola oleh perusahaan berbasis Shanghai dan dimiliki entitas yang terdaftar di Kepulauan Marshall.

Sebelumnya, VLCC Basrah Energy juga dilaporkan mengangkut 2 juta barel minyak Upper Zakum dari terminal Zirku milik Abu Dhabi National Oil Company pada 1 Mei, sebelum keluar dari Selat Hormuz pada 6 Mei. Kapal berbendera Panama itu kemudian membongkar muatan di Fujairah Oil Tanker Terminals pada 8 Mei.

Baca Juga: Voting Pemakzulan Sara Duterte Dimulai, Jalan Menuju Pilpres Filipina 2028 Terancam

Di tengah kondisi geopolitik yang tidak stabil, sejumlah produsen dan pedagang minyak terus mengalirkan pasokan melalui Selat Hormuz untuk menghindari penumpukan stok di kawasan Teluk. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekspor minyak global, meskipun risiko keamanan pelayaran masih tinggi.

Sejauh ini, belum ada kepastian pihak penyewa kapal Basrah Energy, yang dimiliki dan dikelola oleh perusahaan pelayaran Sinokor, memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari media.




TERBARU

[X]
×