kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Tim WHO: Kemungkinan virus bocor dari laboratorium sangat tidak mungkin


Rabu, 10 Februari 2021 / 05:38 WIB
Tim WHO: Kemungkinan virus bocor dari laboratorium sangat tidak mungkin
ILUSTRASI. WHO yang menyelidiki asal-usul Covid-19 mengatakan, kemungkinn besar kelelawar tetap menjadi sumber virus Covid-19. REUTERS/Thomas Peter


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Kemungkinan virus bocor dari laboratorium - yang telah menjadi subjek teori konspirasi - sangat tidak mungkin dan tidak memerlukan studi lebih lanjut, kata Embarek.

Liang Wannian, kepala panel ahli China untuk wabah itu, mengatakan ada bukti infeksi virus corona yang bisa mendahului kasus pertama yang terdeteksi dalam "beberapa minggu".

“Ini menunjukkan bahwa kita tidak bisa menutup kemungkinan itu beredar di daerah lain dan peredarannya tidak dilaporkan,” katanya dalam pengarahan.

Embarek mengatakan, tim WHO telah mengidentifikasi pedagang pasar yang menjual produk hewan beku termasuk hewan liar yang dibudidayakan.

Baca Juga: Bertemu Wanita Kelelawar, tim WHO bahas teori kebocoran virus dari laboratorium Wuhan

“Jadi ada potensi untuk terus mengikuti petunjuk ini dan melihat lebih jauh pada rantai pasok dan hewan yang dipasok ke pasar,” katanya.

China telah mendorong gagasan bahwa virus dapat ditularkan melalui makanan beku dan berulang kali mengumumkan temuan jejak virus corona pada kemasan makanan impor.

Baca Juga: Datangi lab Wuhan, tim WHO bahas teori konspirasi kebocoran virus dari laboratorium

“Kami tahu virus dapat bertahan dalam kondisi yang ditemukan di lingkungan yang dingin dan beku ini, tetapi kami tidak benar-benar memahami apakah virus dapat menularkan ke manusia atau dalam kondisi apa," jelas Embarek.

Tim tiba di Wuhan pada 14 Januari dan setelah dua minggu karantina, mengunjungi situs-situs utama termasuk pasar makanan laut Huanan, lokasi kelompok infeksi pertama yang diketahui, serta Institut Virologi Wuhan, yang telah terlibat dalam penelitian virus corona. 

Amerika Serikat mengatakan China perlu lebih terbuka dalam hal berbagi data dan sampel serta memungkinkan akses ke pasien, staf medis, dan pekerja laboratorium. Beijing kemudian menuduh Washington mempolitisasi misi ilmiah.

Selanjutnya: Kekurangan pasokan, Uni Eropa terbuka terhadap vaksin COVID-19 mana pun




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×