kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.099   75,00   0,44%
  • IDX 6.971   -18,40   -0,26%
  • KOMPAS100 958   -7,36   -0,76%
  • LQ45 702   -6,10   -0,86%
  • ISSI 250   -0,25   -0,10%
  • IDX30 382   -5,99   -1,54%
  • IDXHIDIV20 472   -9,70   -2,02%
  • IDX80 108   -0,78   -0,72%
  • IDXV30 130   -2,34   -1,76%
  • IDXQ30 124   -2,23   -1,77%

Tolak evakuasi warga Korea dari Wuhan, pemrotes lempar telur ke menteri


Kamis, 30 Januari 2020 / 17:12 WIB
ILUSTRASI. Penumpang menggunakan masker untuk mencegah virus coronan baru saat tiba di Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan, 29 Januari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

"Warga Korea Selatan di Wuhan menderita. Jadi, kita harus membawa mereka secepat mungkin (kembali ke Korea), kan?" kata Chin seperti dilansir Reuters.

Pemerintah berencana mengisolasi para pengungsi setidaknya selama dua minggu di fasilitas yang biasanya digunakan sebagai pusat pelatihan bagi pejabat pemerintah. Tujuannya, untuk memastikan mereka benar-benar terbebas dari virus corona baru.

Baca Juga: Kemenlu beberkan sejumlah kendala dalam mengevakuasi WNI di Wuhan

Melansir Reuters, media lokal Korea Selatan menyiarkan gambar-gambar para pengunjuk rasa yang menyambar rambut seorang pejabat Kementerian Kesehatan yang menyambangi mereka pada Rabu (29/1) malam, sebelum mendorong dan menyiramnya dengan air.

Menjelang penerbangan evakuasi warga Korea Selatan di Wuhan, Presiden Moon Jae-in mengutuk penyebaran hoaks terkait virus corona baru karena telah menimbulkan kecemasan yang berlebihan.

"Senjata yang akan melindungi kita dari virus corona baru bukanlah rasa takut dan kebencian, tetapi kepercayaan dan kerjasama," katanya dalam sebuah pidato di Seoul seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Cegah penyebaran virus corona, pemerintah Indonesia persiapkan evaluasi WNI di Wuhan

Kantor berita Yonhap melaporkan, satuan keamanan siber Kepolisian Korea Selatan bekerja dengan regulator telekomunikasi untuk memblokir atau menghapus informasi palsu yang bisa memicu "kebingungan sosial" di masyarakat.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×