Topan Goni: Badai terkuat dunia landa Filipina, 10 tewas 3 hilang

Senin, 02 November 2020 | 09:34 WIB Sumber: Reuters
Topan Goni: Badai terkuat dunia landa Filipina, 10 tewas 3 hilang

ILUSTRASI. Sedikitnya 10 orang tewas dan tiga lainnya hilang setelah Topan Goni. Renz Adrian Ronda/via REUTERS/aww/cfo


KONTAN.CO.ID - MANILA. Sedikitnya 10 orang tewas dan tiga lainnya hilang setelah Topan Goni, topan terkuat di dunia tahun ini, melanda selatan pulau utama Luzon di Filipina pada Minggu.

Melansir Reuters, laporan pemerintah Filipinan menunjukkan, lebih dari 300 rumah terkubur di bawah bebatuan vulkanik dan aliran lumpur dari Gunung Berapi Mayon di provinsi Albay yang terkena dampak paling parah di wilayah Bicol.

Gelombang badai melanda beberapa kota pesisir, sementara sungai meluap dan tanggul hancur, menenggelamkan beberapa desa di Bicol.

Korban tewas dan hilang semuanya terjadi di Bicol, termasuk sembilan di Albay, kata Kantor Pertahanan Sipil.

Baca Juga: Topan super Goni menghantam Filipina dengan angin kencang dan hujan deras

Kekuatan badai Goni semakin melemah setelah mendarat untuk ketiga kalinya di provinsi Quezon dan keempat kalinya di Batangas sebelum menuju Laut China Selatan.

Badai terkuat di dunia tahun ini, yang telah mencapai kategori topan super dan membawa angin kencang dan curah hujan yang intens, semakin melemah dengan kecepatan angin 125 kilometer per jam (78 mil per jam) dan kecepatan hembusan hingga 170 kilometer per jam, kata biro cuaca.

Di provinsi Quezon, Gubernur Danilo Suarez mengatakan pasokan listrik di 10 kota terputus karena Goni menumbangkan pohon.

Baca Juga: Topan paling kencang di dunia melewati Filipina hari ini, jutaan warga dievakuasi

Presiden Rodrigo Duterte sedang memantau tanggap bencana pemerintah dari kampung halamannya di selatan kota Davao, kata juru bicara kepresidenan Harry Roque.

Lebih dari 390.000 orang telah melarikan diri ke tempat yang lebih aman, termasuk lebih dari 345.000 ke pusat evakuasi, meningkatkan kekhawatiran tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan terkait virus corona.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru