kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Toyota Motor perkirakan laba perusahaan akan tergerus 80% akibat wabah corona


Selasa, 12 Mei 2020 / 13:03 WIB
Toyota Motor perkirakan laba perusahaan akan tergerus 80% akibat wabah corona
ILUSTRASI. FILE PHOTO: The logo of Toyota Motor Corp. is seen on a company's Corolla car in Caracas, Venezuela October 25, 2017. REUTERS/Marco Bello/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD - SEARCH GLOBAL BUSINESS 6 NOV FOR ALL IMAGES

Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  TOKYO. Produsen mobil terbesar di Jepang, Toyota Motor Corp mengatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya memperkirakan bakal membukukan laba bersih terendah dalam sembilan tahun terakhir karena bisnis mereka terpukul dampak virus corona atau covid-19, yang telah menekan permintaan global akan produk otomotif.

Mengutip Reuters, Selasa (12/5), Toyota Motor mengatakan, pihaknya memperkirakan laba operasional perusahaan sebesar 500 miliar yen atau setara US$ 4,66 miliar periode Maret 2020 - Maret 2021.

Baca Juga: Honda, Toyota dan sejumlah produsen otomotif mulai buka pabrik di AS pekan depan

Perkiraan laba tersebut turun 80% dari sebelumnya 2,44 triliun yen pada tahun yang baru saja berakhir. Ini akan menjadi laba terendah Toyota sejak tahun keuangan 2011/2012.

Industri mobil global terpukul dalam akibat pandemi virus corona karena kebijakan pembatasan pergerakan publik telah mendorong masyarakat membatasi pembelian kendaraan dan memaksa perusahaan menutup pabrik produksi.

Untuk tahun periode hingga Maret, Toyota berharap dapat menjual 8,9 juta kendaraan secara global, turun dibandingkan 10,46 juta kendaraan dari tahun keuangan yang baru saja berakhir. Toyota memprediksi penjualan kendaraan turun ke level terendah sembilan tahun terakhir.

Baca Juga: Awas, bensin basi bisa bikin fuel pump bermasalah

Produsen mobil Jepang tengah bersiap menghadapi penurunan penjualan mobil selama satu tahun sambil menunggu pemulihan kembali ekonomi yang melambat.



TERBARU

[X]
×