kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Troika mulai menyisir keuangan Siprus


Selasa, 03 Juli 2012 / 20:55 WIB
ILUSTRASI. Amerika Serikat (AS) dan China saling beradu kecaman setelah AS menekan lagi Beijing tentang asal usul Covid-19.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati, Reuters | Editor: Wahyu T.Rahmawati

NICOSIA. Tiga kreditur, Dana Moneter Internasional (IMF), Uni Eropa, dan European Central Bank mulai menyisir keuangan Siprus, Selasa (3/7) untuk mengukur jumlah dana yang diperlukan negara pulau ini.

Dua tim dari trio kreditur ini bertemu secara terpisah dengan bank sentral dan kementerian keuangan. "Kunjungan ini murni eksplorasi dan belum akan ada negosiasi atau diskusi langkah-langkah ekonomi," kata kementerian keuangan dalam pernyataan. Kementerian keuangan menambahkan, tiga kreditur yang kerap disebut troika ini juga akan bertemu dengan serikat pekerja dan asosiasi pengusaha, serta institusi kredit terbesar.

Siprus meminta dana talangan Uni Eropa pekan lalu untuk mendukung perbankan lokal akibat kerugian atas obligasi Yunani. Jumlah permintaan kredit masih belum jelas.

Ada spekulasi bahwa dana talangan akan mencapai sekitar € 10 miliar, lebih dari setengah ekonomi Siprus yang mencapai € 17,3 miliar. Ekonomi Siprus mengontribusi 0,2% dari total ekonomi Zona Euro.

Otoritas Siprus mengatakan, rendahnya pajak negara ini tidak akan menjadi bagian negosiasi. Namun, kemungkinan troika akan membidik masalah lain seperti pembayaran gaji PNS yang mencapai 33% belanja tahunan.

Dalam laporan tahun lalu, IMF mengatakan Siprus perlu memangkas belanja, termasuk pembayaran gaji yang tergolong tinggi di Zona Euro. Ekonom Fiona Mullen mengatakan, rekomendasi troika akan lebih lunak karena potensi bahaya menerapkan pengetatan di tengah resesi.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×