kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Trump Akan Nominasi Todd Blanche Jadi Jaksa Agung AS


Kamis, 04 Juni 2026 / 20:04 WIB
Trump Akan Nominasi Todd Blanche Jadi Jaksa Agung AS
ILUSTRASI. Presiden Trump mempercepat penunjukan Todd Blanche sebagai Jaksa Agung permanen. (REUTERS/Evelyn Hockstein)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan segera menominasikan Jaksa Agung sementara AS, Todd Blanche, untuk menjadi pimpinan permanen Departemen Kehakiman (Department of Justice/DOJ).

Jika disetujui Senat, langkah ini akan menjadikan mantan pengacara pribadi Trump tersebut sebagai pejabat penegak hukum tertinggi di Amerika Serikat.

Trump menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah acara di Gedung Putih. Dalam rekaman video yang diunggah ke platform X oleh ajudannya, Dan Scavino, Trump menegaskan bahwa proses penunjukan akan dipercepat.

“Dia adalah Jaksa Agung sementara. Besok. Saya menginstruksikan Dan (Scavino) dan semua pihak yang terlibat dalam proses yang sangat rumit ini—yang menurut saya akan berjalan sangat cepat—bahwa kita akan menjadikannya Jaksa Agung permanen.”

Penunjukan ini memperkuat posisi Blanche, yang sebelumnya mengambil alih kepemimpinan DOJ setelah Trump memecat Pam Bondi pada April.

Baca Juga: Singapore Airlines Mengkaji Pemesanan Pesawat Baru Berkapasitas Besar

Pergantian tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan terkait rilis dokumen kasus terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein serta kritik terhadap lambannya langkah departemen dalam menindak pihak-pihak yang dianggap sebagai lawan politik Gedung Putih.

Kontroversi dan Penolakan Politik

Sejak menjabat sebagai jaksa agung sementara, Blanche menghadapi kritik dari sejumlah senator Partai Republik dan bahkan sebagian pejabat Gedung Putih. Salah satu kontroversi terbesar adalah rencana DOJ untuk membentuk dana sebesar US$1,8 miliar bagi korban dugaan “instrumentalisasi pemerintah” yang kemudian dibatalkan.

Keputusan untuk menghentikan rencana tersebut diambil setelah muncul penolakan lintas partai yang cukup kuat. Kebijakan itu juga sempat mengancam kelanjutan paket pendanaan senilai US$72 miliar yang terkait dengan kebijakan pengetatan imigrasi pemerintahan Trump.

Meski Partai Republik menguasai Senat dengan margin tipis 53–47, pencalonan Todd Blanche diperkirakan tidak akan berjalan mulus. Ia membutuhkan dukungan hampir bulat dari senator Partai Republik agar dapat dikonfirmasi sebagai Jaksa Agung definitif.

Trump sendiri dalam wawancara yang disiarkan pada Rabu menyatakan keyakinannya bahwa Blanche kemungkinan besar akan diajukan secara resmi untuk posisi tersebut.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×