kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45670,77   -28,01   -4.01%
  • EMAS926.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Trump janji kembalikan kejayaan energi AS


Jumat, 27 Mei 2016 / 16:31 WIB
Trump janji kembalikan kejayaan energi AS

Sumber: New York Times | Editor: Sanny Cicilia

NORTH DAKOTA. Donald J. Trump bertandang ke North Dakota, Kamis (26/5). Di jantung kawasan minyak dan gas Amerika Serikat ini, Trump yang terpilih menjadi calon presiden Partai Republik meluapkan segudang rencana untuk menghidupkan kembali sektor energi AS.

Trump yang selama ini menyangkal perubahan iklim disebabkan oleh ulah manusia, dalam pidatonya berjanji, akan membatalkan tanda tangan Presiden Barack Obama di berbagai perjanjian iklim, yang ujungnya merugikan industri energi AS. 


"Kita akan berhadapan dengan tantangan lingkungan yang sebenarnya, bukan hal basi yang sering kita dengar," kata Trump, seperti dikutip New York Times

Trump yang mengalahkan 16 pesaing lain dari partainya, saat ini memiliki 1.238 delegasi. 

Makanya, jika terpilih jadi presiden, dalam 100 hari pemerintahannya, Trump akan membatalkan regulasi Environmental Protection Agency yang dibuat Obama untuk mengekang pemanasan global dari pembangkit listrik batubara. 

"Regulasi ini menutup ratusan pembangkit listrik berbahan bakar batubara dan melarang pembangunan pembangkit serupa - bodoh banget kan?" kata Trump.

Meskipun, Trump mungkin tidak tahu kalau pembatalan regulasi tersebut hanya bisa dilakukan oleh Mahkamah Agung. Jadi, kalau Trump sebagai presiden ingin menutup regulasi itu, dia harus menominasikan hakim agung yang sejalan dengan keinginannya.

Dia juga protes mengenai perjanjian iklim bersejarah Paris Agreement, yang juga ditandatangani Obama. "Perjanjian ini memberikan jalan bagi negara lain untuk mengendalikan berapa banyak energi yang kita gunakan di tanah kita, di negara kita," katanya.

Paris Agreement yang ditandatangani secara sukarela oleh 190 negara, sejatinya merupakan komitmen anggotanya untuk menekan emisi, tanpa campur tangan negara anggota lainnya. 

Trump juga berjanji akan menghidupkan kembali industri batubara dan mengembalikan ribuan pekerja sektor ini yang terkena PHK.

"Kita akan mengembalikan industri batubara, menyelamatkan industri batubara. Saya mencintai orang-orang ini," katanya. 

Tak hanya itu, Trump ingin menghentikan pungutan pajak dari rakyat Amerika yang ditujukan untuk program pemanasan global. Dia juga tidak ingin AS memberikan dana pada negara lain terkait program ini.

Terakhir, Trump ingin AS mencapai kemandirian energi, tanpa perlu melakukan impor. "Di bawah pemerintahan saya, kita akan mencapai kemandirian energi. Tidak perlu lagi impor dari negara-negara kartel atau negara yang bertentangan dengan kepentingan kita," kata dia.

Robert McNally, Presiden dari perusahaan konsultan migas Rapidan Group, dan mantan pejabat senior energi di pemerintahan George W. Bush, mengaku, meragukan keinginan Trump.

Misalnya, tak jelas cara Trump ingin mengembalikan pekerja di sektor batubara sementara permintaan komoditas ini terus melemah. Dia percaya, ledakan gas alam juga menjadi alasan perusahaan listrik memilih gas alam yang lebih murah ketimbang batubara. 

"Banyak analis bilang, harga batubara tertekan oleh kolapsnya harga gas alam. Donald Trump artinya harus mencari cara untuk menaikkan harga gas alam," kata McNally.

Dia juga meragukan konsep kemandirian energi AS tanpa impor. Menurut dia, industri akan memilih sumber migas yang murah, baik itu domestik maupun impor.

Namun, pihak industri menyukai ide Trump, meski belum tahu rencana konkretnya. "Saya berharap, dia bisa menyokong industri minyak, di Pennsylvania mungkin, Texas, dan North Dakota," kata Steve DeWacht, manager distrik di Colter Energy. 




TERBARU

Close [X]
×