Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - ANKARA. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali berulah. Kali ini, Trump membuat perseteruan yang kembali memanas dengan Denmark, setelah menyebut bahwa Greenland harus dikendalikan oleh AS, bukan Denmark.
Hal tersebut diungkapkan Trump ketika para pemimpin NATO berkumpul untuk pertemuan puncak di Turki pada Selasa (7/7/2026).
Pernyataan Trump bahwa AS harus mengakuisisi atau mengendalikan Greenland, wilayah semi-otonom Denmark, memicu ketegangan antara Washington dan Kopenhagen - keduanya merupakan anggota pendiri NATO - dan lebih luas lagi di seluruh Eropa. Persoalan ini kemudian beralih ke jalur diplomatik.
“Hal ini seharusnya dikendalikan oleh Amerika Serikat, bukan oleh Denmark,” kata Trump kepada wartawan saat bertemu dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan.
Baca Juga: Defisit Dagang AS Melonjak 42,2%: Investasi AI Picu Rekor Impor Barang Modal
Trump mengatakan masalah kendali atas Greenland telah merugikan hubungan AS dengan NATO.
“Itulah yang merusak hubungan saya dengan NATO, karena Greenland tidak membantu Denmark. Denmark tidak mengeluarkan uang untuk benar-benar membantu Greenland, tetapi Greenland adalah bagian penting bagi Amerika Serikat, dan dikelilingi oleh kapal China dan kapal Rusia, dan itu tidak akan terjadi,” ujarnya.
"Mereka tidak setuju dengan hal itu, dan dengan semua uang yang kami keluarkan untuk membantu mereka menghadapi Rusia."
Menteri Luar Negeri AS Rubio mengatakan pada bulan Juni bahwa pembicaraan dengan Denmark dan Greenland terus berlanjut setiap bulannya.














