kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.917   0,00   0,00%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Uni Eropa Bergerak Cepat Cegah Tarif Trump soal Greenland, Siapkan Retaliasi


Senin, 19 Januari 2026 / 06:39 WIB
Uni Eropa Bergerak Cepat Cegah Tarif Trump soal Greenland, Siapkan Retaliasi
ILUSTRASI. USA-TRUMP/GREENLAND-MARKETS (REUTERS/Tom Little)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Uni Eropa bergerak cepat untuk mencegah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan tarif terhadap negara-negara Eropa terkait tuntutan AS untuk menguasai Greenland.

Di saat yang sama, Brussel juga menyiapkan langkah balasan jika kebijakan tarif tersebut tetap dijalankan, kata para diplomat UE, Minggu (18/1/2026).

Para duta besar UE mencapai kesepakatan luas untuk mengintensifkan upaya diplomasi guna membujuk Washington, sembari menyiapkan instrumen retaliasi.

Baca Juga: Ekonomi China Diperkirakan Capai Target Pertumbuhan 2025, Tapi Prospek Kian Suram

Trump sebelumnya menyatakan akan menerapkan tarif secara bertahap mulai 1 Februari terhadap Denmark, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, dan Finlandia, serta Inggris dan Norwegia, hingga AS diizinkan membeli Greenland.

Sejumlah negara besar Eropa menilai langkah itu sebagai bentuk pemerasan.

Para pemimpin UE dijadwalkan membahas opsi respons dalam pertemuan darurat di Brussel pada Kamis mendatang.

Salah satu opsi adalah paket tarif terhadap impor AS senilai 93 miliar euro (sekitar US$107,7 miliar) yang dapat otomatis berlaku mulai 6 Februari setelah masa penangguhan enam bulan berakhir.

Opsi lainnya adalah penggunaan Anti-Coercion Instrument (ACI) instrumen yang belum pernah diaktifkan yang memungkinkan UE membatasi akses perusahaan AS ke tender publik, investasi, atau aktivitas perbankan, serta membatasi perdagangan jasa.

Baca Juga: Merger Rio Tinto–Glencore Berpotensi Harus Jual Aset demi Restu China

Amerika Serikat selama ini mencatat surplus perdagangan jasa dengan UE, termasuk di sektor layanan digital.

Namun, menurut sumber UE, paket tarif dinilai memiliki dukungan yang lebih luas sebagai langkah awal dibandingkan ACI, yang sikap negara-negara anggota terhadapnya masih “sangat beragam”.

Diplomasi Jadi Jalur Utama

Presiden Dewan Eropa Antonio Costa mengatakan konsultasinya dengan negara-negara anggota menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung Denmark dan Greenland, sekaligus kesiapan menghadapi segala bentuk pemaksaan.

Baca Juga: Eropa Bersatu Soal Greenland: Strategi 8 Negara Lawan Tarif 10% Donald Trump

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen menyatakan negaranya tetap mengedepankan diplomasi. Ia merujuk pada kesepakatan Denmark, Greenland, dan AS untuk membentuk kelompok kerja bersama.

“Amerika Serikat lebih dari sekadar presidennya. Masih ada mekanisme checks and balances dalam masyarakat AS,” ujar Rasmussen saat berkunjung ke Oslo.

Upaya dialog ini diperkirakan menjadi tema utama Forum Ekonomi Dunia di Davos, tempat Trump dijadwalkan menyampaikan pidato utama pada Rabu penampilan pertamanya di ajang tersebut dalam enam tahun.

“Semua opsi ada di meja. Dialog di Davos dengan AS, lalu para pemimpin UE akan berkumpul setelahnya,” kata seorang diplomat UE.

Baca Juga: Pentagon Siapkan 1.500 Tentara untuk Antisipasi Kerusuhan di Minnesota

Ketegangan Meningkat, Pasar Bergejolak

Delapan negara yang menjadi sasaran tarif yang saat ini sudah dikenai bea masuk AS sebesar 10% hingga 15% telah mengirim sejumlah kecil personel militer ke Greenland seiring meningkatnya ketegangan dengan Washington terkait masa depan wilayah Arktik milik Denmark itu.

Dalam pernyataan bersama, negara-negara tersebut menegaskan ancaman tarif merusak hubungan transatlantik dan berisiko memicu spiral konflik.

Mereka menyatakan siap berdialog dengan berlandaskan prinsip kedaulatan dan integritas wilayah.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menyambut dukungan Eropa dan menegaskan, “Eropa tidak akan diperas.”

Ancaman tarif ini turut mengguncang pasar global, dengan euro dan pound sterling melemah terhadap dolar AS, serta memicu kekhawatiran kembalinya volatilitas.

Baca Juga: AS Klaim Perlu Kuasai Greenland karena Kelemahan Eropa

Perpecahan Sikap di Dalam UE

Sumber dekat Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut Paris mendorong aktivasi ACI. Namun Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin menilai langkah tersebut masih terlalu dini, meski ia menegaskan UE tidak akan ragu untuk membalas jika tarif benar-benar diterapkan.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, yang dikenal memiliki hubungan lebih dekat dengan Trump dibanding sejumlah pemimpin Eropa lainnya, menyebut ancaman tarif itu sebagai “kesalahan”.

Ia mengaku telah berbicara langsung dengan Trump beberapa jam sebelumnya.

Di Inggris, Menteri Kebudayaan Lisa Nandy mengatakan sekutu-sekutu AS perlu bekerja sama untuk menyelesaikan sengketa tersebut.

“Posisi kami soal Greenland tidak bisa dinegosiasikan… kepentingan bersama menuntut kerja sama, bukan perang kata-kata,” ujarnya.

Baca Juga: Super Kaya! Bukan Hanya Minyak, Ini 7 Kekayaan Alam Tersembunyi Venezuela

Perjanjian Dagang Terancam

Ancaman tarif Trump juga menimbulkan tanda tanya atas kesepakatan dagang AS dengan Inggris yang dicapai Mei lalu dan dengan UE pada Juli.

Kesepakatan terbatas itu telah menuai kritik karena dianggap timpang—AS mempertahankan tarif luas, sementara mitranya diwajibkan menghapus bea masuk.

Parlemen Eropa pun bersiap menunda pembahasan kesepakatan dagang UE-AS. Pemungutan suara yang dijadwalkan pada 26–27 Januari kemungkinan ditangguhkan.

Ketua Partai Rakyat Eropa, Manfred Weber, menyatakan persetujuan belum memungkinkan saat ini.

Bahkan, legislator Jerman dari Partai Demokrat Kristen, Juergen Hardt, menyebut opsi ekstrem sebagai “jalan terakhir” untuk menyadarkan Trump soal Greenland—yakni boikot Piala Dunia sepak bola yang akan digelar di AS tahun ini.

Selanjutnya: Nilai Tukar Masih dalam Tekanan pada Senin (19/1)

Menarik Dibaca: 7 Tontonan Netflix Time Travel Romantis untuk Ubah Masa Depan




TERBARU

[X]
×