kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.710   -73,00   -0,41%
  • IDX 6.664   67,78   1,03%
  • KOMPAS100 871   12,33   1,44%
  • LQ45 661   8,80   1,35%
  • ISSI 232   2,52   1,10%
  • IDX30 370   4,67   1,28%
  • IDXHIDIV20 457   6,50   1,44%
  • IDX80 99   1,43   1,46%
  • IDXV30 127   2,80   2,26%
  • IDXQ30 118   1,70   1,46%

Trump: Naikkan pajak mobil Eropa, mereka bakal memberikan apapun yang saya minta


Rabu, 21 Agustus 2019 / 08:44 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden AS Donald Trump meyakini, dia memiliki cukup banyak senjata untuk tawar-menawar dengan Uni Eropa.

"Mencapai kata sepakat dengan Eropa sangat sulit, mereka mengajukan penawaran yang sangat tinggi. Kita punya semua kartu di negara ini karena kita tinggal menaikkan pajak untuk mobil mereka dan mereka akan memberikan apapun yang kita inginkan karena jumlah Mercedes yang mereka kirimkan mencapai jutaan. Mereka juga mengirim jutaan mobil BMW," jelas Trump kepada reporter di Gedung Putih, Selasa (20/8). 

Baca Juga: Analis: Yang bikin dollar perkasa itu Trump, bukan The Fed

Ancaman tersebut dilakukan setelah Trump menandatangani perjanjian dengan Uni Eropa pada awal bulan ini untuk mendongkrak ekspor sapi AS. Hal ini cukup memberikan ketenangan bagi peternak AS yang mengalami pukulan keras seiring memanasnya perang dagang dengan China. Dengan adanya kesepakatan tersebut, nilai ekspor daging sapi bebas pajak tahunan AS ke UE diperkirakan naik tiga kali lipat menjadi US$ 420 juta.

Presiden AS itu sebelumnya bersumpah untuk menerapkan pajak untuk kendaraan impor dan suku cadang dari Uni Eropa dan Jepang pada awal tahun ini. Namun, akhirnya, dia memutuskan untuk menunda penerapan pajak tersebut selama 180 hari pada pertengahan Mei. 

Baca Juga: Lewat kicauan di Twitter, Trump minta The Fed pangkas suku bunga 1%

Trump dijadwalkan untuk bertemu para pemimpin dari Uni Eropa di pertemuan G-7 pada pekan ini di Prancis. Banyak pihak yang memprediksi KTT ini akan berakhir tanpa komunike bersama karena perbedaan pandangan terhadap perdagangan.




TERBARU

[X]
×