kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Trump: Nota Kesepahaman dengan Iran Belum Final


Rabu, 17 Juni 2026 / 18:47 WIB
Trump: Nota Kesepahaman dengan Iran Belum Final
ILUSTRASI. MoU Iran belum final, Trump tegaskan sanksi belum dicabut. Opsi militer AS tetap terbuka lebar. (REUTERS/Kylie Cooper)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - EVIAN-LES-BAINS. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Iran masih belum bersifat final. Ia bahkan menegaskan bahwa Amerika Serikat dapat kembali melancarkan serangan apabila tidak puas dengan hasil atau jika Iran tidak memenuhi harapannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Evian-les-Bains, Prancis, pada Rabu (17/6/2026).

Trump menegaskan bahwa dokumen yang tengah dibahas saat ini hanyalah sebuah nota kesepahaman dan bukan kesepakatan akhir yang mengikat kedua belah pihak.

"Ini adalah sebuah nota kesepahaman. Dan jika saya tidak menyukainya, kami akan kembali menembaki mereka, menjatuhkan bom di atas kepala mereka. Jika saya tidak menyukainya, jika mereka tidak berperilaku sebagaimana mestinya, kami akan langsung kembali menjatuhkan bom tepat di atas kepala mereka, mengerti?," ujarnya.

Baca Juga: Ekonom Bersilang Pendapat soal Kebijakan The Fed Paruh Kedua 2026

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Washington masih mempertahankan opsi militer di tengah upaya diplomasi yang sedang berlangsung terkait hubungan dengan Iran.

Selain itu, Trump juga mengungkapkan bahwa nota kesepahaman tersebut belum mencakup pemberian keringanan sanksi secara langsung kepada Iran.

Meski demikian, ia menambahkan bahwa isu mengenai sanksi akan dibahas lebih lanjut pada kesempatan berikutnya. 




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×