kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Trump pecat direktur FBI lewat sepucuk surat


Rabu, 10 Mei 2017 / 13:32 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Rizki Caturini

WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Selasa (9/5), memecat Direktur FBI James Comey, yang memimpin investigasi dugaan intervensi Rusia dalam pemilihan presiden AS.

Mengutip AFP, pemecatan yang mengejutkan ini terjadi di saat FBI sedang melakukan investigasi terkait dugaan kedekatan para orang dekat Trump dengan Rusia untuk memengaruhi hasil pemilu.

"Presiden telah menerima rekomendasi jaksa agung dan wakil jaksa agung terkait pemberhentian direktur biro penyidik federal," demikian juru bicara Gedung Putih Sean Spicer.

Spicer menambahkan, pencarian untuk sosok baru menggantikan Comey langsung dilakukan. Presiden Trump memberitahu Comey soal pemecatannya lewat sepucuk surat.

"Bersama ini, Anda diberhentikan dari jabatan dan berlaku sesegera mungkin," demikian Trump dalam suratnya.

Dia juga bilang dalam surat tersebut, meski saya menghargai pemberitahuan Anda, dalam tiga kesempatan terpisah, bahwa saya tidak sedang diselidiki, tetapi hal itu menjadi salah satu pertimbangan Departemen Kehakiman, bahwa Anda sudah tak mampu memimpin Biro (FBI).

"Sangat penting bagi kami untuk mendapatkan pemimpin baru FBI yang bisa mengembalikan kepercayaan publik terhadap misi penegakan hukum FBI," tambah Trump.

Setiap FBI dipilih dan bertugas selama 10 tahun untuk satu kali masa jabatan. Comey (56 tahun), yang sangat populer di antara para agen karier FBI, baru ditunjuk empat tahun lalu. Sehingga pemberhentian Comey akan menimbulkan banyak pertanyaan soal motif Presiden Trump.

Langkah ini juga memicu perbandingan dengan apa yang dilakukan Presiden Richard Nixon yang memecat jaksa agung, sebuah langkah yang justru memperdalam krisis dalam pemerintahannya.

Sebelumnya, kandidat presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton menuduh Comey menghancurkan peluangnya menjadi presiden dengan membuka kembali penyelidikan surat elektronik pribadinya.

(Ervan Handoko/Penerjemah)




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×