kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.923   27,00   0,16%
  • IDX 7.164   -138,03   -1,89%
  • KOMPAS100 989   -24,52   -2,42%
  • LQ45 732   -14,72   -1,97%
  • ISSI 252   -6,20   -2,41%
  • IDX30 398   -8,38   -2,06%
  • IDXHIDIV20 499   -11,65   -2,28%
  • IDX80 112   -2,43   -2,13%
  • IDXV30 136   -1,81   -1,31%
  • IDXQ30 130   -3,03   -2,28%

Trump pecat direktur FBI lewat sepucuk surat


Rabu, 10 Mei 2017 / 13:32 WIB
Trump pecat direktur FBI lewat sepucuk surat


Sumber: Kompas.com | Editor: Rizki Caturini

WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Selasa (9/5), memecat Direktur FBI James Comey, yang memimpin investigasi dugaan intervensi Rusia dalam pemilihan presiden AS.

Mengutip AFP, pemecatan yang mengejutkan ini terjadi di saat FBI sedang melakukan investigasi terkait dugaan kedekatan para orang dekat Trump dengan Rusia untuk memengaruhi hasil pemilu.

"Presiden telah menerima rekomendasi jaksa agung dan wakil jaksa agung terkait pemberhentian direktur biro penyidik federal," demikian juru bicara Gedung Putih Sean Spicer.

Spicer menambahkan, pencarian untuk sosok baru menggantikan Comey langsung dilakukan. Presiden Trump memberitahu Comey soal pemecatannya lewat sepucuk surat.

"Bersama ini, Anda diberhentikan dari jabatan dan berlaku sesegera mungkin," demikian Trump dalam suratnya.

Dia juga bilang dalam surat tersebut, meski saya menghargai pemberitahuan Anda, dalam tiga kesempatan terpisah, bahwa saya tidak sedang diselidiki, tetapi hal itu menjadi salah satu pertimbangan Departemen Kehakiman, bahwa Anda sudah tak mampu memimpin Biro (FBI).

"Sangat penting bagi kami untuk mendapatkan pemimpin baru FBI yang bisa mengembalikan kepercayaan publik terhadap misi penegakan hukum FBI," tambah Trump.

Setiap FBI dipilih dan bertugas selama 10 tahun untuk satu kali masa jabatan. Comey (56 tahun), yang sangat populer di antara para agen karier FBI, baru ditunjuk empat tahun lalu. Sehingga pemberhentian Comey akan menimbulkan banyak pertanyaan soal motif Presiden Trump.

Langkah ini juga memicu perbandingan dengan apa yang dilakukan Presiden Richard Nixon yang memecat jaksa agung, sebuah langkah yang justru memperdalam krisis dalam pemerintahannya.

Sebelumnya, kandidat presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton menuduh Comey menghancurkan peluangnya menjadi presiden dengan membuka kembali penyelidikan surat elektronik pribadinya.

(Ervan Handoko/Penerjemah)




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×