kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 17.926   -104,00   -0,58%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Trump: Saya ingin segera diadili!


Jumat, 20 Desember 2019 / 08:51 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump tiba untuk berpidato dalam kampanye di Battle Creek, Michigan, 18 Desember 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, dia ingin pengadilan segera di Senat, setelah pernyataan Ketua DPR Nancy Pelosi yang tidak akan menyerahkan proses pemakzulan kepada Senat sampai mengetahui bagaimana Partai Republik akan mengelola persidangan.

"Jadi, setelah Demokrat memberi saya tidak ada Proses Karena di DPR, tidak ada pengacara, tidak ada saksi, tidak ada apa-apa, mereka sekarang ingin memberitahu Senat bagaimana menjalankan persidangan mereka," kicau Trump di akun Twitter, Kamis (19/12). 

"Saya ingin segera diadili!" tegas Trump seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Survei Reuters: Tak sampai separo orang AS yang ingin Trump lengser

Sehari setelah parlemen memakzulkan Trump, Ketua DPR AS Nancy Pelosi menyatakan, dia belum akan secara resmi menyerahkan proses pemakzulan kepada Senat sampai mengetahui bagaimana Ketua Senat asal Republik Mitch McConnell akan mengelola persidangan. 

"Kami siap ketika kami melihat apa yang mereka miliki," katanya dalam konferensi pers seperti dilansir Reuters.

Kubu Demokrat ingin McConnell mengizinkan para pembantu terbaik Trump, seperti Kepala Staf Gedung Putih Mick Mulvaney, dan mantan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton untuk bersaksi.




TERBARU

[X]
×