kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Trump Sebut Rusia-Ukraina Setuju Gelar Perundingan, Putin Ucapkan Terima Kasih


Selasa, 20 Mei 2025 / 10:44 WIB
ILUSTRASI. Donald Trump mengatakan, setelah panggilan teleponnya pada hari Senin (19/5/25) dengan Presiden Vladimir Putin, Rusia dan Ukraina akan segera memulai perundingan untuk gencatan senjata. REUTERS/Nathan Howard 


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Tidak ada batas waktu perjanjian

Para pemimpin Eropa dan Ukraina telah menuntut Rusia untuk segera menyetujui gencatan senjata. Trump telah berfokus untuk membuat Putin berkomitmen pada gencatan senjata selama 30 hari. 

Putin telah menolak hal ini, bersikeras bahwa syarat-syarat harus dipenuhi terlebih dahulu.

Ajudan Kremlin Yuri Ushakov mengatakan Trump dan Putin tidak membahas jadwal gencatan senjata tetapi membahas pertukaran sembilan warga Rusia dengan sembilan warga Amerika dalam pertukaran tahanan. 

Ia mengatakan pemimpin AS tersebut menyebut prospek hubungan antara Moskow dan Washington "mengesankan."

Kantor berita pemerintah Rusia mengutip juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Moskow dan Kyiv menghadapi "kontak yang rumit" untuk mengembangkan teks terpadu dari nota perdamaian dan gencatan senjata.

"Tidak ada tenggat waktu dan tidak akan ada. Jelas bahwa semua orang ingin melakukan ini secepat mungkin, tetapi, tentu saja, masalahnya ada pada detailnya," kantor berita RIA mengutip pernyataannya.

Setelah berbicara dengan Trump, Zelenskiy mengatakan Kyiv dan mitranya mungkin mengupayakan pertemuan tingkat tinggi antara Ukraina, Rusia, Amerika Serikat, negara-negara Uni Eropa, dan Inggris sebagai bagian dari upaya untuk mengakhiri perang.

Tonton: Putin: Rusia Cukup Perkasa untuk Mengakhiri Apa yang Dimulai di Ukraina I KONTAN News

"Ukraina siap untuk negosiasi langsung dengan Rusia dalam format apa pun yang mendatangkan hasil," kata Zelenskiy pada X.

Ia mengatakan bahwa ini dapat diselenggarakan oleh Turki, Vatikan, atau Swiss. Tidak segera jelas apakah ini akan menjadi bagian dari negosiasi yang menurut Trump akan segera dimulai.

Trump mengatakan Paus Leo telah menyatakan minatnya untuk menjadi tuan rumah negosiasi di Vatikan. 

Vatikan tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Peskov mengatakan Putin dan Trump membahas kontak langsung antara pemimpin Rusia dan Zelenskiy. 

"Moskow juga menyambut baik usulan Vatikan, tetapi belum ada keputusan yang dibuat mengenai tempat untuk kemungkinan kontak di masa mendatang," tambahnya.




TERBARU

[X]
×