Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengejutkan sekutu-sekutunya di NATO setelah mengumumkan rencana pengiriman tambahan 5.000 tentara AS ke Polandia.
Pengumuman itu disampaikan hanya beberapa jam sebelum Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menghadiri pertemuan para menteri NATO di Helsingborg, Swedia, di tengah meningkatnya perpecahan terkait perang Iran.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebut hubungan dekatnya dengan presiden konservatif nasionalis Polandia, Karol Nawrocki, sebagai alasan di balik keputusan tersebut.
“Berdasarkan kemenangan pemilu Presiden Polandia saat ini, Karol Nawrocki, yang dengan bangga saya dukung, serta hubungan kami dengannya, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mengirim tambahan 5.000 tentara ke Polandia,” tulis Trump.
Langkah itu dinilai mengejutkan setelah selama beberapa pekan terakhir Trump secara keras mengkritik anggota NATO yang dinilai tidak cukup membantu kampanye militer AS-Israel. Trump bahkan sempat menyatakan mempertimbangkan penarikan AS dari aliansi tersebut dan mempertanyakan komitmen Washington terhadap pakta pertahanan bersama NATO.
Baca Juga: China Batasi Ekspor Tiga Bahan Kimia ke AS, Kanada, dan Meksiko
Sebelum berangkat menuju pertemuan menteri luar negeri NATO di Helsingborg, Swedia, Rubio mengatakan Trump merasa “sangat kecewa” terhadap sejumlah anggota aliansi yang tidak mengizinkan AS menggunakan pangkalan militer di wilayah mereka untuk mendukung perang.
Rubio secara khusus menyoroti Spanyol.
“Anda memiliki negara seperti Spanyol yang menolak penggunaan pangkalan militer oleh AS — lalu mengapa mereka berada di NATO? Itu pertanyaan yang sangat wajar,” kata Rubio kepada wartawan di Miami. “Secara adil, negara-negara NATO lainnya sangat membantu. Tetapi kita perlu membahas hal ini.”
Pejabat NATO menegaskan bahwa AS tidak pernah meminta aliansi beranggotakan 32 negara tersebut untuk terlibat langsung dalam perang Iran. Namun, banyak negara anggota tetap memenuhi komitmen dengan membuka wilayah udara dan pangkalan militer mereka bagi pasukan AS.
Kekhawatiran negara-negara Eropa terhadap sikap Trump terhadap NATO juga meningkat tahun ini setelah Trump mendorong upaya untuk mengakuisisi Greenland, wilayah milik Denmark yang juga anggota NATO.
Eropa Siap Bantu Pengamanan Selat Hormuz
Dalam pertemuan di Helsingborg, para menteri Eropa diperkirakan akan mencoba meredakan ketegangan dengan Washington dengan menegaskan kesiapan mereka membantu menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz ketika kondisi memungkinkan.
Iran diketahui telah membatasi lalu lintas pelayaran di selat strategis tersebut selama perang berlangsung.
Kekhawatiran Eropa terhadap komitmen Trump terhadap NATO juga diperburuk oleh keputusan sebelumnya untuk menarik 5.000 tentara AS dari Eropa, sebelum akhirnya Trump mengumumkan tambahan pasukan ke Polandia pada Kamis.
Baca Juga: Defisit Inggris Melejit, 24,3 Miliar Poundsterling Lenyap dari Anggaran!
Hingga kini belum jelas dari mana tambahan pasukan untuk Polandia akan berasal.
Sekutu-sekutu Washington juga disebut bingung dengan cara keputusan itu dikomunikasikan. Pejabat AS awalnya mengatakan pasukan akan ditarik dari Jerman, namun kemudian menyatakan penempatan brigade ke Polandia hanya akan ditunda.
AS juga menyatakan rencana penempatan rudal jarak jauh Tomahawk di Jerman tidak lagi dilanjutkan. Selain itu, Washington disebut berencana memberi tahu sekutu NATO bahwa AS akan mengurangi sejumlah kemampuan militer yang dapat disediakan untuk aliansi saat terjadi krisis, menurut tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Panglima tertinggi NATO dari AS, Jenderal Angkatan Udara Alexus Grynkewich, pekan ini mencoba menenangkan kekhawatiran sekutu Eropa. Ia mengatakan pengurangan pasukan lebih lanjut akan dilakukan secara bertahap selama beberapa tahun agar sekutu memiliki waktu membangun kemampuan pengganti.













