kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.921   0,00   0,00%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Trump Ajukan 15 Poin dalam Proposal Damai untuk Akhiri Perang Iran


Rabu, 25 Maret 2026 / 06:35 WIB
Trump Ajukan 15 Poin dalam Proposal Damai untuk Akhiri Perang Iran
ILUSTRASI. Trump sesumbar AS ajukan proposal damai 15 poin ke Iran. Teheran langsung membantah, menyebutnya 'berita palsu'. (via REUTERS/Kenny Holston/The New York Times)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Presiden AS Donald Trump mengklaim ada kemajuan dalam upaya mengakhiri perang dengan Iran. Washington bahkan disebut telah mengajukan proposal perdamaian berisi 15 poin kepada Teheran.

Reuters memberitakan, Trump mengatakan AS kini sedang bernegosiasi dengan “pihak yang tepat” di Iran dan menyebut Teheran sangat ingin mencapai kesepakatan.

“Kami sedang dalam proses negosiasi sekarang,” ujarnya di Gedung Putih.

Namun, klaim ini langsung dibantah Iran. Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menyebut laporan tersebut sebagai “berita palsu” dan menegaskan tidak ada pembicaraan langsung dengan AS.

Isi Rencana Perdamaian Mulai Terungkap

Menurut laporan media, proposal AS mencakup beberapa poin utama:

  • Pembongkaran program nuklir Iran
  • Penghentian dukungan terhadap kelompok proksi
  • Pembukaan kembali Selat Hormuz

AS juga disebut mengusulkan gencatan senjata selama satu bulan untuk membuka ruang negosiasi lebih lanjut.

Trump bahkan mengklaim Iran telah memberikan “konsesi besar” terkait energi non-nuklir dan akses di Selat Hormuz, meski tidak merinci lebih lanjut.

Baca Juga: Bos Shell: Eropa Terancam Krisis Energi dalam Hitungan Minggu

Di sisi lain, Iran memberi sinyal terbatas dengan menyatakan kapal non-musuh bisa melintasi Selat Hormuz, dengan syarat koordinasi dengan otoritas Iran.

Konflik Tetap Memanas di Lapangan

Meski ada wacana damai, serangan militer dari kedua pihak masih terus berlangsung.

Bahkan, AS dilaporkan tengah menyiapkan tambahan ribuan pasukan, termasuk dari Divisi Lintas Udara ke-82, untuk memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah.

Langkah ini akan menambah sekitar 50.000 personel AS yang sudah berada di kawasan, memicu kekhawatiran konflik justru akan semakin panjang.

Upaya Mediasi Mulai Menguat

Sejumlah negara mulai menawarkan diri sebagai mediator. Perdana Menteri Pakistan menyatakan kesiapan negaranya menjadi tuan rumah pembicaraan damai antara AS dan Iran.

Tonton: Trump Klaim Ada Deal, Iran Langsung Bantah Keras! Ada Apa?

Ia menegaskan dukungan penuh terhadap dialog untuk mencapai solusi menyeluruh. Bahkan, sumber pemerintah Pakistan menyebut pembahasan terkait pertemuan sudah memasuki tahap lanjut, meski masih belum pasti akan terlaksana.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×