kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Trump Tawarkan Jabatan Juru Bicara Gedung Putih kepada Bos UFC Dana White


Minggu, 08 November 2026 / 09:14 WIB
Trump Tawarkan Jabatan Juru Bicara Gedung Putih kepada Bos UFC Dana White
ILUSTRASI. Trump menawarkan jabatan juru bicara Gedung Putih kepada CEO UFC Dana White dan mengajak enam petarung bergabung sebagai asisten. (REUTERS/Jonathan Ernst)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengusulkan CEO Ultimate Fighting Championship (UFC) Dana White untuk mengisi posisi juru bicara Gedung Putih. Tak hanya itu, Trump juga meminta White membawa sejumlah petarung UFC untuk bergabung sebagai asistennya.

Dalam unggahan di platform Truth Social pada Sabtu (7/11/2026), Trump menyebut White sebagai sosok petarung dan pejuang yang tangguh. Ia juga meminta enam mantan maupun juara UFC aktif untuk ikut bergabung dalam tim tersebut, termasuk sejumlah atlet berkewarganegaraan asing.

Enam petarung yang disebut Trump adalah Islam Makhachev dan Khabib Nurmagomedov dari wilayah Dagestan, Rusia; petarung Amerika Serikat Justin Gaethje dan Daniel Cormier; serta Kayla Harrison dan Amanda Nunes.

Trump menuliskan nama "Kayla Harris" dalam unggahannya, yang diduga merujuk pada petarung UFC Kayla Harrison. Sementara itu, Amanda Nunes merupakan petarung kelahiran Brasil yang memperoleh kewarganegaraan Amerika Serikat pada tahun lalu.

"Kita membutuhkan orang-orang ini untuk membela kita dari kelompok Kiri yang gila," tulis Trump dalam unggahannya.

Baca Juga: Militer AS Klaim Lumpuhkan Sebuah Kapal Kargo di Teluk Oman

Menanggapi tawaran tersebut, White mengatakan akan bertemu dengan Trump di Gedung Putih pada Senin. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di London, Inggris, pada Sabtu, setelah menghadiri sebuah acara tinju.

Posisi juru bicara Gedung Putih sendiri masih kosong setelah masa jabatan Katie Zacharia berakhir pada bulan lalu, hanya berselang kurang dari satu pekan sejak ia menjabat. Zacharia sebelumnya menggantikan Karoline Leavitt, yang meninggalkan posisi tersebut pada akhir Agustus.

Hubungan Trump dan White bukanlah hal baru. Keduanya pertama kali bekerja sama pada awal 2000-an, ketika kasino Taj Mahal milik Trump menjadi lokasi penyelenggaraan sejumlah pertandingan UFC.

Baca Juga: Peretasan US$ 6,3 Miliar, CFO Binance Kaiser Ng Mundur

Kedekatan keduanya semakin erat setelah White secara terbuka memberikan dukungan terhadap pencalonan Trump sebagai presiden AS pada 2016.

Dalam beberapa tahun terakhir, Trump juga beberapa kali menghadiri ajang UFC. Bahkan, pada Juni 2026, Gedung Putih menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertandingan UFC sebagai bagian dari perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.

Di sisi lain, lingkungan komunikasi Gedung Putih sebenarnya telah memiliki pejabat yang pernah bekerja untuk organisasi UFC. Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung diketahui pernah menjadi bagian dari organisasi milik Dana White tersebut pada periode 2013–2016.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×