kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Militer AS Klaim Lumpuhkan Sebuah Kapal Kargo di Teluk Oman


Minggu, 08 November 2026 / 07:19 WIB
Militer AS Klaim Lumpuhkan Sebuah Kapal Kargo di Teluk Oman
ILUSTRASI. Militer AS melumpuhkan kapal kargo berbendera Saint Kitts dan Nevis yang diduga berupaya menembus blokade laut terhadap Iran. (AFP/AFP)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Militer Amerika Serikat (AS) mengambil tindakan tegas terhadap sebuah kapal kargo komersial yang diduga berupaya menembus blokade laut terhadap Iran. Pesawat militer AS menembaki dan melumpuhkan kapal tersebut setelah awak kapal diperintahkan meninggalkan area yang menjadi sasaran.

Komando Pusat AS (US Central Command/CENTCOM) menyatakan, insiden tersebut terjadi pada Sabtu (7/11/2026). Kapal kargo berbendera Saint Kitts dan Nevis itu diketahui berupaya meninggalkan perairan regional setelah sebelumnya singgah di salah satu pelabuhan Iran.

CENTCOM menjelaskan, pesawat militer AS melepaskan amunisi berpemandu presisi ke bagian buritan kapal setelah pasukan AS mengarahkan awak kapal untuk meninggalkan area yang telah ditentukan sebagai sasaran serangan.

Selain memperketat blokade laut yang telah berlangsung selama beberapa bulan terhadap Iran, militer AS juga mengumumkan pembentukan satuan tugas khusus pada Sabtu.

Baca Juga: Peretasan US$ 6,3 Miliar, CFO Binance Kaiser Ng Mundur

Satuan tugas tersebut dibentuk untuk menindak pergerakan senjata canggih dan berbagai material lain yang masuk dalam daftar sanksi melalui perbatasan darat Iran maupun jalur Laut Kaspia.

CENTCOM memperkirakan blokade laut yang diterapkan AS telah menghambat ekspor minyak mentah Iran dengan nilai lebih dari US$ 25 miliar.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump terus melontarkan ancaman untuk melancarkan operasi militer baru terhadap Iran. Ancaman tersebut meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.




TERBARU

[X]
×