kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Turki-Rusia panas, Putin: Kami akan membuat kondisi sehingga tak ada yang mau perang


Selasa, 03 Maret 2020 / 12:14 WIB
ILUSTRASI. Kapal perang Rusia di Bosphorus, Turki. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa negaranya tidak akan berperang dengan siapa pun. REUTERS/Yoruk Isik


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa negaranya tidak akan berperang dengan siapa pun, dan akan berusaha untuk mencegah negara lain melakukan konflik bersenjata dengan Rusia.

Hal tersebut diucapkannya di tengah memanasnya hubungan dengan Turki terkait situasi di Suriah.

Baca Juga: Kian memanas, Turki menyatakan serangan balasan besar-besaran terhadap Suriah

“Kami tidak akan berperang melawan siapa pun. Kami akan menciptakan kondisi sehingga tidak ada yang mau berperang melawan kami,” kata Putin kepada kantor berita Rusia TASS seperti dikutip Reuters.

“Selain itu, pengeluaran tahunan kami turun. Sebaliknya, pengeluaran [militer] negara lain telah meningkat,” katanya.

Komentar Putin ini muncul dengan latar belakang meningkatnya ketegangan di Suriah antara pasukan pemerintah yang didukung oleh Rusia dan pasukan Turki dan kelompok pemberontak di provinsi barat laut Idlib.

Pasukan pemerintah di bawah Presiden Suriah Bashar al-Assad ingin merebut wilayah yang berbatasan dengan Turki tersebut. Idlib dipandang sebagai provinsi besar terakhir yang sebagian besar masih di bawah kendali pemberontak.

Baca Juga: Makin panas, Turki sudah hancurkan 8 helikopter, 103 tank, 72 peluncur roket Suriah

Turki, sementara itu, mendukung beberapa kelompok pemberontak yang menentang Assad dan tidak ingin menyerahkan kendali atas perbatasan di tengah kekhawatiran akan munculnya gerombolan pengungsi yang melarikan diri dari konflik. 

Sudah ada lebih dari tiga juta pengungsi Suriah di Turki dan negara itu mengatakan tidak bisa mengatasinya.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×