Twitter Digugat Karena Tidak Membayar Uang Sewa Kantornya di San Francisco

Selasa, 24 Januari 2023 | 15:32 WIB Sumber: Bloomberg
Twitter Digugat Karena Tidak Membayar Uang Sewa Kantornya di San Francisco

ILUSTRASI. Tampilan logo Twitter di kantor pusat perusahaannya di San Francisco, California, AS, 18 November 2022. REUTERS/Carlos Barria


KONTAN.CO.ID - SAN FRANCISCO. Twitter diterpa masalah baru. Kali ini perusahaan yang dipimpin Elon Musk itu digugat karena tidak membayar uang sewa gedung kantor pusatnya di San Francisco.

Dilansir dari Bloomberg, Twitter belum membayar uang sewa gedung periode Desember 2022 untuk kantornya di 1355 Market Street, San Francisco. Nilai sewanya mencapai US$3,36 juta.

Twitter juga belum membayar sewa periode Januari untuk gedung kantornya yang terletak di Sri Nine Market Square LLC yang nilainya sebesar US$3,42 juta.

Gugatan telah diajukan oleh pemilik properti ke pengadilan negara bagian di California pada hari Senin (23/1) waktu setempat.

Baca Juga: Kini Giliran Spotify yang Diterpa Rumor PHK Massal

Dokumen gugatan menjelaskan bahwa Twitter menyewa lebih dari 460.000 kaki persegi ruang di gedung delapan lantai tersebut. 

Sri Nine Market Square memegang letter of credit sebesar US$3,6 juta sebagai jaminan. Twitter diminta menaikkan jaminannya menjadi US$10 juta jika ada pengalihan pemilik, di mana hal ini benar-benar terjadi ketika Musk mengambil alih perusahaan itu pada bulan Oktober.

Namun, dalam laporan gugatan disebutkan bahwa Twitter merasa tidak perlu meningkatkan batas kredit.

Sri Nine mengatakan pihaknya terpaksa memanfaatkan jalur kredit yang ada untuk menutupi sewa Desember sebesar US$3,36 juta, bahkan sebagian biaya sewa Januari.

Baca Juga: Kehilangan Hampir Rp 3.000 Triliun, Nama Elon Masuk Guinness World Record

Kesulitan Finansial

Gugatan ini datang ketika Musk sedang sibuk menjadi saksi dalam persidangan penipuan sekuritas di San Francisco, di mana dia membela tweetnya untuk mengambil Tesla secara pribadi.

Sejak mengambil alih Twitter akhir tahun lalu, Musk telah rutin memangkas biaya operasional. Musk memecat separuh staf, menahan sewa di kantor perusahaan lain di seluruh dunia, bahkan menolak membayar beberapa tagihan yang belum dibayar, seperti sewa jet.

Kebijakan itu diambil Musk ketika dirinya harus melakukan pembayaran pertamanya atas utang US$12,5 miliar yang dia ambil untuk mengakuisisi Twitter.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru