kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

UBS : Bubble properti di China tak akan terjadi


Selasa, 15 November 2011 / 13:45 WIB
ILUSTRASI. Direktur Utama PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Vidjongtius dalam konferensi pers RUPST KLBF yang digelar secara online, Senin (18/5).


Reporter: Dyah Megasari, Market Watch |

HONG KONG. Bubble properti di China seperti yang selama ini dicemaskan kemungkinan besar tidak terjadi. Ulasan ini diberikan oleh bank terbesar asal Swiss , UBS AG. Kebijakan moneter China yang cenderung ketat hingga kuartal III 2011 terbukti ampuh menekan harga rumah di beberapa kota besar China.

Bahkan tahun depan, harga rumah tersebut bakal amblas hingga 20%. Sektor properti diprediksi tidak akan mengalami sulit karena Beijing masih terus mempertahankan pengetatan pasar properti. UBS menghitung penurunan harga hunian di kota-kota kelas dua China bakal lebih moderat yaitu sekitar 10% selama 15 bulan ke depan. Sedangkan di kota-kota kecil China penurunan marginal bisa dimulai sebesar 5%.

UBS melihat, salah satu faktor yang harus diperhatikan otoritas China adalah pengaturan jumlah persediaan perumahan baru. Pemasaran produk anyar harus diatur sedemikian rupa pada paruh pertama tahun depan.

"Harga akan terus tertekan selama periode ini," demikian prediksi riset UBS. Apalagi, pihak pengembang sudah mulai menggunting harga peluncuran rumah baru. "Hubungan tersebut akan menjadi awal tren penurunan harga properti China," terang UBS.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×