Ukraina: Invasi Rusia bisa terjadi dalam sekejap, kami harus bertindak cepat

Selasa, 30 November 2021 | 14:34 WIB Sumber: Japan Times
Ukraina: Invasi Rusia bisa terjadi dalam sekejap, kami harus bertindak cepat

ILUSTRASI. Tank T-34 era Uni Soviet milik Rusia. Kementerian Luar Negeri Ukraina percaya Rusia telah menempatkan hingga 115.000 tentara di sekitar Ukraina.


KONTAN.CO.ID - KYIV. Ukraina menyerukan tindakan cepat semua pihak untuk mencegah Rusia melakukan invasi. Negara tetangga Rusia ini sangat yakin, operasi militer rivalnya bisa terjadi dalam sekejap mata.

Pada Senin (29/11), Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan, lebih baik untuk bertindak secepatnya, mengingat Rusia telah mengerahkan kekuatan militer besar di wilayah yang dekat dengan perbatasan Ukraina.

Dilansir dari Japan Times, Kuleba menyebutkan, Rusia kini telah mengumpulkan 115.000 tentara di sekitar Ukraina, di Semenanjung Krimea dan di dua wilayah Timur yang diduduki oleh separatis pro-Rusia.

Bukan hanya tentara, Rusia juga terlihat telah menempatkan tank, artileri, sistem peperangan elektronik. Angkatan Udara dan Angkatan Laut Rusia juga telah dikerahkan.

"Jika Rusia memutuskan untuk melakukan operasi militer, hal-hal itu akan terjadi dalam sekejap mata," ungkap Kuleba.

Baca Juga: Rusia kembali uji coba rudal hipersonik Tsirkon, kecepatan hingga 11.000 km per jam

Meskipun menyadari betul tingginya ancaman dari Rusia, Kuleba yakin Ukraina akan siap melawan. Ia menambahkan, militer Ukraina kini telah jauh lebih kuat dibanding 2014, ketika konflik pecah di Krimea yang merenggut lebih dari 13.000 nyawa.

Ukraina, bersama mitranya AS dan NATO, telah memperingatkan tentang pergerakan pasukan baru Rusia dalam beberapa pekan terakhir dan memperingatkan tentang kemungkinan invasi.

Dari AS, juru bicara Pentagon John Kirby menyatakan, langkah militer Rusia telah menimbulkan keprihatinan yang berkelanjutan. Ia menjanjikan dukungan untuk pasukan Ukraina, namun tidak menjanjikan ada intervensi militer AS secara langsung.

Rusia tegas membantah laporan Ukraina dan menyebut tetangganya sengaja melakukan provokasi. Rusia juga menyalahkan AS karena meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru