kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45806,19   -5,40   -0.67%
  • EMAS1.055.000 -0,94%
  • RD.SAHAM -0.34%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Uni Emirat Arab (UEA) operasikan reaktor pertama dari PLTN Barakah


Minggu, 02 Agustus 2020 / 09:47 WIB
Uni Emirat Arab (UEA) operasikan reaktor pertama dari PLTN Barakah
ILUSTRASI. Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN)

Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - TEHERAN. Uni Emirat Arab (UEA) telah mulai mengoperasikan unit pertama dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Barakah buatan Korea Selatan. Dengan pengoperasian awal ini, UEA menandai operasi pertama reaktor nuklir damai di kawasan Arab.

Perdana Menteri UEA Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum mengatakan, dalam sebuah postingan di Twitter bahwa bahan bakar nuklir berhasil dimuat ke dalam reaktor pertama PLTN ini.

Asal tahu saja, pembangunan PLTN ini dimulai tahun 2009 silam, yang dipimpin sebuah konsorsium Korea Selatan. Tender untuk proyek PLTN ini mencapai US$ 20 miliar untuk membangun empat reaktor nuklir di Barakah, 270 kilometer sebelah barat Abu Dhabi. 

Ini juga menandai keberhasilan pertama Korea Selatan untuk teknologi tenaga atom komersial buatannya di luar negeri.

Baca Juga: Denda mahal bagi pelanggar social distancing di Uni Emirat Arab, setara harga Avanza

Reaktor pertama selesai pada 2018, dan tiga lainnya sedang dibangun. Total kapasitas untuk PLTN ini mencapai 5.600 megawatt, dan akan memasok hingga 25% dari kebutuhan listrik UEA.

Tahun lalu, konsorsium Korea Selatan juga memperoleh kesepakatan pemeliharaan untuk kontrak lima tahun di PLTN Barakah, termasuk menyediakan layanan pemeliharaan dan tenaga kerja berpengalaman untuk Nawah Energy Co., operator pembangkit nuklir UEA.

Dengan pengoperasian PLTN ini, menjadi langkah baru bagi komersialisasi pembangkit listrik Barakah.

Dalam sebuah pernyataannya, Korea Electric Power Corp (KEPCO) mengatakan, reaktor pertama di PLTN Barakah akan meningkatkan output dan bakal mengirimkan listrik setelah beberapa tes selesai.

KEPCO mengatakan, tidak akan buru-buru dalam menyelesaikan tiga reaktor lainnya, sebelum reaktor pertama ini mulai operasi secara komersial.



TERBARU

[X]
×