kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.354   10,00   0,06%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Uni Eropa Desak ASEAN Hindari Minyak Rusia di Tengah Krisis Energi Global


Selasa, 28 April 2026 / 16:36 WIB
Uni Eropa Desak ASEAN Hindari Minyak Rusia di Tengah Krisis Energi Global
ILUSTRASI. Peringatan EU kepada ASEAN: Membeli minyak Rusia berarti mendanai perang Ukraina. Temukan dampak krusial keputusan energi ini. (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mendesak negara-negara Asia Tenggara untuk tidak beralih ke Rusia sebagai sumber pasokan minyak di tengah krisis energi yang dipicu konflik Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Kallas usai pertemuan dengan para menteri luar negeri negara-negara ASEAN di Bandar Seri Begawan, Brunei, pada Selasa (28/4).

Menurut Kallas, langkah mencari alternatif energi dari Rusia berisiko memperkuat kemampuan Rusia dalam membiayai perang di Ukraina. Ia menegaskan bahwa pendapatan dari ekspor minyak menjadi salah satu sumber utama pendanaan konflik tersebut.

Baca Juga: Bursa Asia Turun dari Rekor, Investor Tunggu Laporan Keuangan Raksasa Teknologi AS

"Izinkan saya mengingatkan bahwa pendapatan dari minyak adalah pendapatan yang digunakan Rusia untuk membiayai perang ini (di Ukraina). Kami memiliki kepentingan agar perang ini berhenti," ujar Kallas kepada wartawan.

Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Pasokan Energi

Kallas juga menyoroti bahwa Rusia mendapat keuntungan dari konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Konflik tersebut menyebabkan penutupan efektif Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia serta berbagai komoditas penting lainnya.

Gangguan di Selat Hormuz telah memicu kelangkaan bahan bakar di berbagai kawasan, termasuk Asia Tenggara, sehingga mendorong negara-negara di kawasan tersebut mencari sumber pasokan alternatif.

Sanksi Baru Uni Eropa terhadap Rusia

Pada bulan ini, Uni Eropa telah menyetujui paket sanksi terbaru terhadap Rusia, termasuk pengetatan pembatasan perdagangan minyak. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi kemampuan Moskow dalam mendanai operasi militernya.

Baca Juga: Iran Bersedia Berbagi Kemampuan Pertahanan dengan Mitra-Mitra di Asia

Dalam konteks tersebut, Kallas menekankan pentingnya diversifikasi sumber energi bagi negara-negara mitra, termasuk di Asia Tenggara.

"Itulah sebabnya kami tentu mendorong diversifikasi sumber daya dan mencarinya dari tempat lain, bukan dari Rusia," tegasnya.

ASEAN Hadapi Dilema Energi

Sejumlah negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Thailand, Filipina, dan Indonesia dilaporkan tengah meningkatkan upaya untuk mengimpor minyak dari Rusia guna mengatasi kekurangan pasokan energi.

Meski demikian, Kallas tidak merinci apakah isu tersebut dibahas secara langsung dalam pertemuan dengan para menteri ASEAN.


Video Terkait



TERBARU

[X]
×