kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Uni Eropa gagal galang suara 27 anggota


Jumat, 09 Desember 2011 / 14:33 WIB
ILUSTRASI. Investor asing mencatatkan aksi beli bersih atau net buy sebesar Rp 2,43 triliun di seluruh pasar pada perdagangan Senin (11/1).


Reporter: Dyah Megasari, BBC |

BRUSSELS. Uni Eropa gagal menggalang suara dari 27 negara anggotanya untuk mengubah traktat Uni Eropa. Berarti kesepakatan ini hanya akan diikuti oleh 17 negara zona euro dan beberapa tambahan dari negara lain yang menyatakan berminat. Eropa memutuskan akan bekerja memberangus krisis dengan pakta terpisah.

Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy mengumumkan bahwa Hongaria memutuskan tetap berada di luar usulan traktat baru. Sedangkan Republik Ceko dan Swedia harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan parlemen negara tersebut.

Dia membantah bahwa traktat baru ini akan membuat Uni Eropa terpecah menjadi dua.

Dalam pembahasan ini, Perdana Menteri Inggris David Cameron paling keras menolak gagasan Jerman dan Prancis. "Kami tidak bisa menerima traktat baru tanpa jaminan keamanan," tegasnya (9/12). Inggris berencana memveto kebijakan Uni Eropa. Cameron mengaku dia telah membuat keputusan yang sulit, tetapi benar.

"Apa yang ditawarkan bukanlah untuk kepentingan Inggris,'' ujanya. Cameron tidak akan mengajukan usulan tersebut ke hadapan parlemen Inggris mengingat traktat itu berada di luar struktur Uni Eropa.

Meski tidak ada kesepakatan terkait traktat baru tetapi para pemimpin Uni Eropa menyetujui mematok batasan bantuan dana Eropa pada posisi 500 miliar euro.

Gagalnya kesepakatan ini membuat bursa futures Eropa langsung terbenam. Euro Stoxx 50, DAX, dan bursa Prancis amblas antara 1,1%-1,5%.




TERBARU

[X]
×