kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Untuk pertama kali, Hong Kong laporkan nol kasus virus corona


Senin, 20 April 2020 / 15:37 WIB
ILUSTRASI. Seorang pria memakai masker bedah berjalan melalui distrik pusat keuangan, setelah berjangkitnya virus corona baru, di Hong Kong, 26 Februari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Hong Kong tidak mencatat kasus virus corona baru pada Senin (20/4) untuk pertama kali dalam hampir dua bulan terakhir, meski risiko kasus impor tetap ada karena hotel telah berubah jadi fasilitas karantina.

Karena kasus terus berkurang, Departemen Kesehatan dan Otoritas Rumahsakit Hong Kong memutuskan untuk tidak mengadakan konferensi pers harian. Konferensi pers sendiri sudah berjalan setiap pukul 16:30 sejak akhir Januari.

Sumber Pemerintah Hong Kong mengatakan kepada South China Morning Post, Regal Oriental Hotel di Kota Kowloon telah berubah menjadi pusat karantina. Sebab, otoritas kesehatan berusaha meminimalkan risiko penduduk yang kembali ke Hong Kong dari luar negeri.

Pejabat Hong Kong telah mempertimbangkan untuk membuat pelancong tetap berada di pusat karantina untuk menunggu hasil tes virus corona mereka, sebelum mengirim pulang ke rumah masing-masing untuk isolasi lebih lanjut.

Baca Juga: Tanpa lockdown, begini cara Hong Kong kendalikan virus corona

Banyak tamu Regal Oriental Hotel terpaksa meninggalkan kamar mereka setelah pemberitahuan mendadak pada Minggu (19/4) malam, bahwa hotel tempat mereka menginap akan Pemerintah Hong Kong gunakan sebagai fasilitas karantina.

Para tamu akan dipindahkan ke hotel lain di Tsim Sha Tsui, menurut staf Regal Oriental Hotel.

Ken Choi Shik-chung, yang telah memesan untuk tinggal di hotel selama beberapa bulan ke depan, mengatakan, dia diminta  mempertimbangkan kembali masa tinggalnya. "Kami ditawari untuk pindah ke hotel lain atau membatalkan kontrak," katanya.




TERBARU

[X]
×