Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia kembali melonjak sekitar 3% pada perdagangan Selasa (26/5/2026) setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan ke wilayah Iran.
Eskalasi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap ketidakpastian tercapainya kesepakatan damai yang dapat membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Baca Juga: Xiaomi Corp Catatkan Penurunan Laba 43% pada Kuartal I-2026, Ini Faktor Pendorongnya
Mengutip Reuters, harga minyak Brent naik US$ 2,95 atau 3,07% menjadi US$ 99,09 per barel pada pukul 13.13 GMT. Sebelumnya, Brent sempat anjlok 7% pada perdagangan Senin (25/5).
Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tercatat berada di level US$ 92,82 per barel. Tidak ada penutupan resmi untuk WTI pada Senin karena libur Memorial Day di Amerika Serikat.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mengatakan, negosiasi kesepakatan dengan Iran masih membutuhkan waktu beberapa hari.
Pernyataan tersebut memupus harapan pasar akan tercapainya perdamaian dalam waktu dekat setelah AS melakukan serangan yang disebut sebagai aksi defensif di Iran selatan.
“Kami masih menunggu detail lebih lanjut terkait potensi kesepakatan,” ujar analis UBS, Giovanni Staunovo.
Baca Juga: Donald Trump Bakal Jalani Pemeriksaan Kesehatan Tahunan di Walter Reed
Menurut dia, ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat, sementara arus pengiriman melalui Selat Hormuz masih terbatas.
Analis Saxo Bank Ole Hansen menyebutkan meskipun perbedaan pandangan antara pihak-pihak yang berkonflik mulai menyempit, pembukaan kembali jalur perdagangan diperkirakan tetap berlangsung secara bertahap.
“Normalisasi pasokan kemungkinan membutuhkan waktu berbulan-bulan,” ujarnya.
Sejak perang pecah, Iran disebut telah menghentikan hampir seluruh pelayaran non-Iran yang melintasi Selat Hormuz. Kondisi tersebut mengganggu sekitar seperlima arus perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) global.
Serangan terbaru terjadi ketika negosiator utama Iran dan Menteri Luar Negeri Iran berada di Doha, Doha, untuk melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Qatar terkait potensi kesepakatan damai dengan AS guna mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan.
Baca Juga: Pesan Haji Pemimpin Tertinggi Iran: Rezim Zionis di Ambang Kehancuran, Apa Artinya?
Washington dan Teheran disebut telah mencapai kemajuan dalam penyusunan nota kesepahaman yang akan menghentikan perang dan memberikan waktu 60 hari untuk menyelesaikan kesepakatan final.
Media Jepang Nikkei melaporkan Iran akan membersihkan ranjau di Selat Hormuz dalam jangka waktu 30 hari jika kesepakatan tercapai. Setelah itu, kapal dari seluruh negara dapat kembali melintas dengan aman dan Iran juga akan menghentikan pungutan biaya transit.
Data pelacakan kapal menunjukkan tiga kapal tanker LNG telah melintasi Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir menuju Pakistan, China, dan India.
Selain itu, sebuah supertanker yang mengangkut minyak mentah Irak menuju China juga dilaporkan berhasil melintas setelah sempat tertahan hampir tiga bulan.
Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan tuntutannya agar Iran menyerahkan uranium yang telah diperkaya untuk dimusnahkan.
Analis IG, Tony Sycamore mengatakan, situasi ini menjadi pengingat bahwa kesepakatan damai masih berisiko gagal pada saat-saat terakhir, seperti beberapa upaya sebelumnya.













