kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Utang menumpuk, Toys 'R' Us melikuidasi ratusan toko


Kamis, 15 Maret 2018 / 15:59 WIB
ILUSTRASI. Gerai TOYS R US tutup di Inggris


Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Peritel mainan raksasa Toys 'R' Us Inc memutuskan untuk menutup 735 toko di Amerika Serikat (AS) setelah perusahaan mengakui kegagalan mencari pembeli ataupun investor baru untuk membantu restrukturisasi utang. Sebanyak 30.000 pekerja berisiko terkena pemangkasan dari aksi likuidasi aset ini. 

Penutupan ratusan toko ini juga akan berimbas pada produsen mainan lain seperti produsen Barbie Mattel Inc, pembuat game board Hasbro Inc, sampai Lego.

"Ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi kita dan juga jutaan anak-anak, dan keluarga yang telah kita layani selama 70 tahun terakhir," kata Chief Executive Officer (CEO) Dave Brandon, dikutip Reuters, Kamis pagi waktu setempat (15/3).

Peritel konvensional ini mengalami kalah saing ketika pembelian mainan lebih banyak dilakukan lewat Amazon.com, dan anak-anak masa kini lebih memilih gadget ketimbang mainan. 

Keputusan melikuidasi aset ini keluar enam bulan setelah Toys 'R' Us mengajukan perlindungan kebangkrutan akibat menanggung utang hampir US$ 8 miliar, pembengkakan hasil dari pembelian utang (leveraged buyout) US$ 6,6 miliar yang dilakukan pada 2005 silam.

Rabu lalu, perusahaan juga mengumumkan akan menutup seluruh 100 toko di Inggris. Pengajuan perlindungan kebangkrutan di Inggris akan tetap berlanjut. 

Perusahaan juga tengah berbicara dengan pihak yang tertarik membeli 200 toko berperforma baik di AS yang akan disatukan dengan operasi di Kanada. 

Sedangkan untuk operasi di Asia dan Eropa Tengah termasuk Jerman, Austria, dan Swiss, perusahaan akan mengupayakan reorganisasi dan proses penjualan. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×