kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.622   69,00   0,39%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Utang rumah tangga Amerika melonjak jadi US$ 13,5 triliun di 2018


Kamis, 14 Februari 2019 / 23:30 WIB


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Total utang rumah tangga Amerika Serikat (AS) pada 2018 melonjak signifikan menjadi lebih US$ 13,5 triliun. Merujuk laporan Bank Sentral New York, bahwa utang itu meningkat secara konsisten sejak 2013, yakni sebesar US$ 400 Miliar.

Data menunjukkan, satu dekade setelah krisis keuangan global yang dimulai pada akhir 2008, utang kredit rumah atau hipotik naik US$ 242 miliar menjadi US$ 9,1 triliun, bentuk pinjaman lain yang juga meningkat termasuk transaksi kartu kredit yang mencapai US$ 870 miliar.

Namun tingkat konsumsi kredit menurun di paruh kedua tahun 2018 ke level terendah, yang terlihat dari penutupan sejumlah akun kartu kredit yang melonjak ke level tertinggi sejak 2010. Sementara tingkat kejahatan melalui penyalahgunaan kartu kredit naik 5%, dari kuartal ketiga yang masih diposisi 4,8%.

Peningkatan juga terjadi pasar kredit mobil sejak 2012, di mana terjadi kenaikan tipis menjadi total US$ 1,3 triliun pada akhir 2018. Itu merupakan jumlah pinjaman untuk kendaraan mobil tertinggi setidaknya sejak tahun 1999.

Pejabat Pusat Data Ekonomi Mikro dari Bank Sentral New York mengatakan, peminjam berkualitas baik telah berkontribusi besar mendorong pertumbuhan tingkat kredit, tapi sayangnya hal ini tidak dibarengi kinerja utang yang semakin memburuk.

“Pertumbuhan kejahatan di antara kredit subprime dianggap telah bertanggung jawab atas kinerja yang memburuk ini dan akibatnya para peminjam berusia muda haru berjuang paling keras untuk membayar pinjaman mobil mereka,” kata Scally, yang dikutip dari Reuters, Senin (12/2).

Bank Sentral telah menaikan suku bunga sebanyak empat kali pada tahun lalu, tapi untuk saat memilih pendekatan wait and see untuk mengetatkan kebijakan lebih lanjut dalam menghadapi perlambatan ekonomi di luar negeri, perlambatan di dalam negeri dan meredam inflasi di Amerika Serikat.

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa orang Amerika terus meninggalkan pinjaman berbentuk home equity line of credit (HELOC).

Ini merupakan pinjaman yang menggunakan agunan ekuitas rumah. Sepanjang tahun lalu, total saldo HELOC turun menjadi US$ 412 miliar, atau level terendah dalam 14 tahun terakhir.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×