Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - BRUSSEL. Beban utang negara-negara Eropa kian menggunung. Sejumlah negara ekonomi utama, seperti Italia dan Prancis, menghadapi tekanan fiskal yang semakin berat di tengah kenaikan biaya pinjaman pemerintah.
Kantor statistik Uni Eropa atau Eurostat, melaporkan rasio utang pemerintah di 21 negara zona euro mencapai 88,8% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II-2026, naik dari 87,3% setahun sebelumnya. Secara nominal, total utangnya mencapai € 14,4 triliun.
Di seluruh kawasan Uni Eropa, rasio utang pemerintah meningkat menjadi 82,9% terhadap PDB, dari 81,4% setahun sebelumnya. Angka tersebut jauh melampaui batas utang Uni Eropa sebesar 60% terhadap PDB.
Yunani masih mencatat rasio utang tertinggi di Uni Eropa, yakni 140,8% terhadap PDB. Namun, Italia semakin mendekati posisi tersebut dengan rasio utang 139,9%. Dalam setahun terakhir, Yunani berhasil memangkas rasio utangnya sebesar 11,2 poin persentase, sementara Italia justru mencatat kenaikan.
Prancis menyusul di posisi ketiga dengan rasio utang mencapai 119,1% terhadap PDB, melonjak 3,7 poin persentase dalam setahun. Belgia dan Spanyol juga menanggung utang di atas 100% terhadap PDB, masing-masing sebesar 110,2% dan 101,4%.
Baca Juga: Klub Sepak Bola Terkaya Eropa Makin Tajir, Pendapatan Komersial Jadi Andalan
Tekanan fiskal Prancis semakin berat setelah imbal hasil (yield) obligasi pemerintah bertenor 10 tahun menembus 5% untuk pertama kalinya sejak 2002. Kenaikan ini mencerminkan tuntutan imbal hasil lebih tinggi dari investor sekaligus meningkatkan risiko pembengkakan biaya pinjaman pemerintah.
Di sisi lain, defisit anggaran Prancis mencapai 5,1% terhadap PDB pada 2025. Pemerintah menargetkan penurunan defisit menjadi 5% pada 2027, tetapi Perdana Menteri Sébastien Lecornu menghadapi hambatan politik karena belum mengantongi dukungan mayoritas parlemen untuk memangkas belanja.
Risiko Prancis juga bertambah menjelang peninjauan peringkat kredit oleh Moody's pada Jumat (23/10/2026). Sejumlah ekonom memperkirakan lembaga tersebut akan memangkas peringkat kredit Prancis, yang berpotensi mendorong biaya pinjaman semakin tinggi.
Sementara itu, Jerman mencatat kenaikan rasio utang menjadi 62,8% terhadap PDB, dari 61,4%. Defisit anggaran zona euro juga melebar menjadi 3,3% terhadap PDB pada kuartal II-2026. Kondisi ini memperlihatkan semakin sempitnya ruang fiskal pemerintah Eropa untuk menopang pertumbuhan ekonomi sekaligus mengendalikan beban utang.
Baca Juga: Produsen Mobil Eropa Hidupkan Model Legendaris untuk Lawan Mobil Listrik China














