kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

PMI Prancis Anjlok, Risiko Resesi Zona Euro Meningkat


Kamis, 21 Mei 2026 / 17:20 WIB
PMI Prancis Anjlok, Risiko Resesi Zona Euro Meningkat
ILUSTRASI. Emmanuel Macron, Presiden Prancis (Dok./Youtube @Elysee)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - PARIS. Aktivitas ekonomi sektor swasta Prancis terpuruk pada Mei 2026. Pelemahan tajam di sektor jasa dan kembali tertekannya manufaktur membuat risiko resesi di ekonomi terbesar kedua zona euro itu semakin meningkat.

Survei awal S&P Global yang dirilis Kamis (21/5) menunjukkan Purchasing Managers Index (PMI) komposit Prancis turun ke level 43,5 pada Mei, dari 47,6 pada April. Angka tersebut menjadi posisi terendah dalam 66 bulan terakhir.

Laporan Reuters (21/5), penurunan terjadi seiring melemahnya dua sektor utama ekonomi. PMI jasa merosot ke 42,9 dari sebelumnya 46,5, sementara PMI manufaktur turun menjadi 48,9 dari 52,8 pada April.

Sebagai catatan, indeks PMI di bawah level 50 menandakan kontraksi aktivitas ekonomi.

S&P Global menyebut perang di Timur Tengah menjadi salah satu pemicu utama memburuknya kondisi bisnis. Kenaikan harga energi dan bahan bakar dinilai menekan biaya operasional perusahaan sekaligus memperlemah permintaan.

Baca Juga: Prancis dan Inggris Pimpin Pertemuan 40 Negara Bahas Keamanan Selat Hormuz

Ekonom Utama S&P Global Market Intelligence Joe Hayes mengatakan, tekanan inflasi akibat lonjakan harga minyak kini semakin meluas ke berbagai sektor.

“Survei PMI kilat Mei untuk Prancis menunjukkan angka yang suram. Dampak inflasi dari lonjakan harga minyak terus menyebar, dengan indeks harga di sektor manufaktur dan jasa kembali meningkat,” ujar Hayes.

Ia menambahkan, pesanan baru sektor swasta juga anjlok pada Mei. Kondisi itu menjadi sinyal meningkatnya risiko resesi bagi Prancis.

“Guncangan ini secara signifikan meningkatkan risiko resesi bagi ekonomi terbesar kedua di zona euro,” tambahnya.

Hasil survei tersebut juga lebih buruk dibanding ekspektasi pasar. Reuters sebelumnya memperkirakan PMI jasa berada di level 46,6 dan PMI manufaktur sebesar 52,2.

Baca Juga: Korea Selatan dan Prancis Akan Tingkatkan Hubungan Kemitraan Pasca Kunjungan Macron




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×