kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   0,00   0,00%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Vaksin Sputnik V terlambat dipasok, Argentina terus tekan Rusia


Jumat, 23 Juli 2021 / 10:50 WIB
ILUSTRASI. Pekerja memindahkan vaksin Sputnik V dari Rusia untuk melawan penyakit Covid-19 di bandara Karakas, Venezuela, Senin (29/3/2021).


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - BUENOS AIRES. Terlambatnya pasokan vaksin Covid-19 Sputnik V memaksa pemerintah Argentina untuk terus memberikan tekanan kepada Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF).

Argentina jadi salah satu negara pertama yang menggunakan vaksin Covid-19 buatan Rusia itu secara luas. Keterlambatan pasokan membuat program vaksinasi nasional Argentina sedikit terhambat.

Dilansir dari Reuters, pemerintah Argentina mengirim surat kepada RDIF tertanggal 7 Juli, di mana dikatakan sangat membutuhkan komponen untuk dosis kedua, yang berbeda dari dosis pertama.

Dalam surat tersebut Argentina juga memberikan peringatan bahwa perjanjian bisa saja dicabut jika keterlambatan terus berlanjut.

"Pada titik ini seluruh kontrak berisiko dibatalkan secara publik," tulis pemerintah dalam surat itu.

Surat yang dilaporkan oleh surat kabar lokal La Nacion pada hari Kamis (22/7) juga menjelaskan bahwa saat ini Argentina dalam kondisi yang sangat tertinggal.

Baca Juga: Vaksin CoviVac dari Rusia diklaim ampuh melawan virus corona varian Delta

Menteri Kesehatan Carla Vizzotti mengakui surat itu kepada stasiun radio El Destape pada hari Kamis. Vizzotti mengatakan bahwa tekanan seperti itu memang perlu untuk mempercepat program vaksinasi.

Argentina, dengan populasi sekitar 45 juta, telah memberikan 22,9 juta suntikan pertama. Baru 5,8 juta orang yang telah sepenuhnya menerima dua dosis.

Baru-baru ini Argentina nampaknya berupaya untuk mengubah undang-undang yang memungkinkan lebih banyak vaksin datang dari Amerika Serikat dan telah mengikat kesepakatan besar dengan Moderna.

Vizzotti juga mengatakan sekitar 500 liter komponen kedua dari vaksin Sputnik V akan tiba dalam beberapa minggu mendatang, memungkinkan produksi domestik 880.000 dosis kedua oleh perusahaan lokal Laboratorios Richmond.

"Akibat negosiasi yang intens ini, panorama mengenai komponen 2 yang menjadi fokus besar kami menjadi lebih jelas,” kata Vizzotti.

Cecilia Nicolini, seorang penasihat presiden Argentina, mengatakan bahwa surat itu adalah salah satu dari banyak yang dikirim antara Argentina dan Rusia sebagai bagian dari negosiasi pembelian dan pasokan Sputnik V.

Selanjutnya: Vaksin Covid-19 Sputnik V milik Rusia diklaim ampuh melawan semua varian baru




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×