kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.897   42,00   0,24%
  • IDX 6.405   20,30   0,32%
  • KOMPAS100 837   2,47   0,30%
  • LQ45 635   0,71   0,11%
  • ISSI 223   1,24   0,56%
  • IDX30 353   -0,16   -0,05%
  • IDXHIDIV20 439   -0,83   -0,19%
  • IDX80 95   0,26   0,27%
  • IDXV30 121   0,37   0,30%
  • IDXQ30 113   -0,10   -0,09%

Virus corona lebih dominan berdampak ke pria ketimbang wanita, kenapa?


Rabu, 29 April 2020 / 15:14 WIB
ILUSTRASI. Pekerja medis dalam pakaian pelindung merawat pasien yang menderita penyakit virus corona (COVID-19) di unit perawatan intensif di Rumahsakit Casalpalocco di Roma yang telah didedikasikan untuk mengobati kasus-kasus penyakit ini, Italia, 24 Maret 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - MILAN. Rumahsakit San Raffaele di Milan, Italia, sedang menyelidiki perbedaan dalam dampak virus corona baru terhadap pria dan wanita. Mereka memberi nama proyek ini Proteggimi. 

Proyek di bawah koordinasi ahli urologi dan andrologi Prof Andrea Salonia itu berupaya menemukan, mengapa virus corona secara dominan memengaruhi pria dan peran yang hormon seks pria mainkan dalam ketidakseimbangan tersebut.

Mengacu data Badan Perlindungan Sipil Italia, sebanyak 66% kematian akibat virus corona di negeri Menara Pisa adalah laki-laki. Persentasenya meningkat seiring usia yang meninggal semakin muda. 

Baca Juga: Duh, muncul penyakit baru pada anak-anak di Inggris terkait virus corona

Pria yang terjangkit virus corona juga lebih banyak membutuhkan perawatan intensif. Sebanyak 82% dari pasien yang menjalani perawatan intensif di Provinsi Lombardy, dengan Ibu Kota Milan, adalah laki-laki. 

Para peneliti Proyek Proteggimi percaya, hormon seks khususnya testosteron bisa menjelaskan angka-angka tersebut.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×