kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Virus corona lebih dominan berdampak ke pria ketimbang wanita, kenapa?


Rabu, 29 April 2020 / 15:14 WIB
ILUSTRASI. Pekerja medis dalam pakaian pelindung merawat pasien yang menderita penyakit virus corona (COVID-19) di unit perawatan intensif di Rumahsakit Casalpalocco di Roma yang telah didedikasikan untuk mengobati kasus-kasus penyakit ini, Italia, 24 Maret 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

“Sangat penting untuk bisa memeriksa data terpisah untuk pria dan wanita, jika kita ingin memahami, apakah kadar testosteron terkait dengan tingkat keparahan penyakit, dan untuk memahami dampak jangka panjang pada kesehatan keseluruhan pria yang telah pulih dari virus corona,” kata Prof Salonia.

"Kami berharap, penelitian ini akan menghasilkan hasil pertama dalam beberapa minggu ke depan," ujar dia seperti dikutip Channelnewsasia.com.

Baca Juga: AS tambah 6 gejala baru virus corona, ini daftarnya

Proyek Proteggimi membetot perhatian Prada Group. Melansir Channelnewsasia.com, produsen produk fashion mewah berbasis di Milan, Italia, ini, Senin (27/4), mengumumkan dukungan finansial untuk penelitian ilmiah itu. Tapi, mereka tidak mengungkap angkanya.

Sebelumnya pada Maret, Prada juga mengumumkan, pabrik mereka di Montone, Italia, akan beroperasi kembali setelah tutup menyusul kebijakan lockdown untuk memproduksi masker dan alat pelindung diri lainnya untuk mengatasi kekurangan di negara tersebut.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×